Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dorong Substitusi LPG 3 Kg, BP Batam Dukung Penerapan Jaringan Gas di Kota Batam
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-12-2025 | 08:48 WIB
2412_rapat-jaringan-gas-bp.jpg Honda-Batam
BP Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana implementasi kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025). (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana implementasi kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Pembahasan yang digelar di Marketing Center BP Batam tersebut merupakan tindak lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menetapkan jaringan gas perkotaan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional guna memperkuat ketahanan dan efisiensi energi nasional.

Kebijakan ini juga selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mendorong Batam sebagai kota investasi berstandar internasional. Oleh karena itu, pengembangan serta penataan jaringan gas perkotaan dinilai menjadi elemen penting dalam mendukung infrastruktur energi di Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas inisiatif strategis dalam mempercepat pelaksanaan kebijakan Jargas di Kota Batam.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya substitusi LPG 3 kilogram, sekaligus mendukung penguatan ketahanan dan efisiensi energi secara nasional.

"Kami mendorong agar perencanaan jaringan gas di Kota Batam dapat terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi," ujar Amsakar.

Ia menegaskan, integrasi tersebut bertujuan agar manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan yang telah berkembang maupun wilayah pengembangan baru.

Lebih lanjut, Amsakar menilai integrasi jaringan gas lintas wilayah dan lintas segmen pengguna --mulai dari rumah tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri-- menjadi faktor krusial. Selain meningkatkan efisiensi distribusi energi, langkah ini juga memperkuat ketahanan energi daerah dan mendukung daya saing Batam sebagai pusat investasi dan industri nasional.

Ia menambahkan, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam berkomitmen mendukung integrasi tersebut melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.

"Kami juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan BUMN agar kebijakan ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam," tutupnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, menyebut Kota Batam memiliki potensi kuat untuk dijadikan pilot project pengembangan Jargas.

Menurutnya, kondisi geografis Batam sebagai wilayah kepulauan yang relatif terbatas memudahkan pengendalian jaringan serta meminimalkan risiko kebocoran distribusi.

"Kota Batam juga memiliki karakteristik calon pelanggan yang sebagian besar sudah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam memanfaatkan jaringan gas," ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan proyek percontohan tersebut, Elen menekankan pentingnya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor.

Turut hadir dalam pembahasan ini perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pertamina, PGN, Ditjen Migas Kementerian ESDM, SKK Migas, Bappenas, serta Pemerintah Kota Batam.

Editor: Gokli