Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Survei Global 2025, Ancaman Teknologi dan Fragmentasi Sosial Jadi Risiko Utama Pemimpin Bisnis G20
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-12-2025 | 09:48 WIB
survei-Zurich.jpg Honda-Batam
Executive Opinion Survey 2025 yang dirilis World Economic Forum bersama mitra strategisnya, Zurich Insurance Group dan Marsh McLennan. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ancaman teknologi dan fragmentasi sosial semakin mendominasi agenda risiko para pemimpin bisnis di negara-negara G20, meski ketidakpastian ekonomi masih menjadi perhatian utama.

Temuan tersebut tercantum dalam Executive Opinion Survey 2025 yang dirilis World Economic Forum bersama mitra strategisnya, Zurich Insurance Group dan Marsh McLennan.

Survei tahunan ini melibatkan lebih dari 11.000 pemimpin bisnis dari 116 negara dan memetakan lima risiko terbesar yang diperkirakan akan dihadapi dunia usaha dalam dua tahun ke depan. Hasilnya menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi masih menempati posisi teratas sebagai risiko utama bagi pemimpin bisnis G20, sekaligus menjadi perhatian utama selama tiga tahun berturut-turut.

Selain faktor ekonomi, risiko sosial kini meningkat signifikan. Layanan publik yang dinilai tidak memadai, kesenjangan perlindungan sosial, serta terbatasnya kesempatan ekonomi dan tingginya pengangguran menempati posisi kedua dan ketiga sebagai ancaman terbesar. Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran global terhadap meningkatnya fragmentasi sosial.

Untuk pertama kalinya, ancaman teknologi yang berkaitan dengan misinformasi dan disinformasi masuk dalam lima besar risiko utama pemimpin bisnis G20 dan berada di peringkat kelima. Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dinilai berpotensi memicu perang informasi di tengah ketegangan geopolitik, memengaruhi stabilitas pasar, pemilu, serta keamanan siber dan infrastruktur penting.

Sementara itu, inflasi yang pada 2024 menempati posisi ketiga risiko paling mendesak, kini turun ke peringkat keempat. Adapun risiko peristiwa cuaca ekstrem yang sebelumnya masuk lima besar pada 2024, tidak lagi tercatat sebagai risiko utama pada survei tahun ini, seiring meningkatnya fokus pemimpin bisnis terhadap dinamika sosial dan politik global.

CEO EMEA & Bank Distribution Zurich Insurance Group, Alison Martin, menegaskan bahwa isu sosial seperti pensiun dan kesehatan masyarakat kini tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi telah menjadi perhatian strategis dunia usaha.

"Isu pensiun dan kesehatan masyarakat kini menjadi prioritas ruang rapat direksi. Dengan sinergi lintas sektor, kita dapat membantu masyarakat membangun ketahanan finansial dan masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Alison Martin, dalam siaran pers, Selasa (16/12/2025).

Survei tersebut juga menyoroti tantangan demografis di Eropa, di mana jumlah penduduk usia produktif terus menurun. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam kesejahteraan tenaga kerja serta stabilitas sosial jika tidak diantisipasi melalui kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

World Economic Forum bersama Zurich Insurance Group dan Marsh McLennan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci untuk memperkuat ketahanan finansial, mengatasi risiko sosial dan teknologi, serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi global di tengah ketidakpastian yang semakin kompleks.

Editor: Gokli