Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Percepat Transisi Industri Hijau Lewat SBIN, Fokus Perkuat TKDN dan Daya Saing Nasional
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 12-12-2025 | 11:28 WIB
SBIN.jpg Honda-Batam
Kemenperin terus memantapkan komitmennya mempercepat transisi menuju industri hijau yang berkelanjutan melalui penerapan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memantapkan komitmennya mempercepat transisi menuju industri hijau yang berkelanjutan melalui penerapan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Kebijakan ini dirancang untuk menguatkan daya saing industri nasional sekaligus mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda swasembada energi berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan industri.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pembangunan industri harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. "Keberlanjutan adalah unsur penting bagi masa depan industri Indonesia. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pelaku industri harus adaptif tanpa mengabaikan penguatan struktur industri dalam negeri," ujar Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen produk industri nasional terserap pasar domestik, sehingga perlindungan dan penguatan pasar dalam negeri menjadi prioritas utama dalam implementasi SBIN. Pemerintah, lanjutnya, akan mengoptimalkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar belanja pemerintah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas industri nasional.

Upaya penguatan industri hijau juga didorong melalui penyelenggaraan Business Gathering bertema "Peningkatan Daya Saing Industri Hijau melalui Dukungan Produk Dalam Negeri" oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang, 11 Desember 2025.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan bahwa seluruh unit pelayanan teknis (UPT) di bawah BSKJI memegang peran strategis dalam implementasi SBIN. Pihaknya terus meningkatkan inovasi, kualitas layanan, dan pendayagunaan jasa industri untuk memastikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri hijau.

"UPT BSKJI didorong mengembangkan layanan yang memberi manfaat langsung bagi sektor industri, terutama untuk mendukung keberlanjutan dan kapasitas produksi dalam negeri," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BBSPJPPI Apit Pria Nugraha menegaskan komitmen pihaknya memperluas akses pasar, memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, dan meningkatkan standar layanan. Sebagai Badan Layanan Umum, BBSPJPPI menurutnya memiliki fleksibilitas dalam penyediaan jasa tanpa meninggalkan prinsip integritas, profesionalitas, dan keberlanjutan.

"BBSPJPPI konsisten mengembangkan inovasi layanan, termasuk diversifikasi jasa industri yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri dan mendukung target industri hijau nasional," tuturnya.

Dalam kegiatan Business Gathering tersebut, BBSPJPPI memaparkan berbagai layanan strategis, mulai dari verifikasi TKDN, bimbingan teknis, konsultansi, sertifikasi industri hijau, pengujian, kalibrasi, audit Continuous Emission Monitoring System (CEMS), hingga penyediaan produk Adaptive Monitoring Systems (AiMS). Seluruh layanan ini dihadirkan untuk membantu industri memenuhi regulasi lingkungan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing produk di pasar nasional maupun global.

Sebagai bentuk apresiasi, BBSPJPPI juga memberikan BBSPJPPI Awards 2025 kepada delapan pelanggan yang dinilai berkontribusi positif dalam membangun komunikasi dan kerja sama selama menggunakan layanan balai tersebut.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan dua perjanjian kerja sama: layanan konsultansi dan pendampingan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik di PT Saprotan Utama Nusantara Plant Sidorejo, serta pelaksanaan audit CEMS di PLTU Pulang Pisau milik PT PLN Nusantara Power.

Apit menegaskan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan industri terhadap kompetensi BBSPJPPI. "Kolaborasi antara pemerintah dan industri adalah kunci terwujudnya transformasi industri yang lebih hijau, mandiri, dan kompetitif," pungkasnya.

Editor: Gokli