Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Luncurkan Aplikasi MANTAB, Tekan Pengangguran di Tengah Ledakan Investasi
Oleh : Redaksi/Alex
Senin | 08-12-2025 | 17:28 WIB
MANTAP-BP-Batam.jpg Honda-Batam
BP Batam meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) sebagai langkah strategis untuk menekan tingkat pengangguran. (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Di tengah pertumbuhan investasi yang melaju pesat, BP Batam resmi meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) sebagai langkah strategis untuk menekan tingkat pengangguran yang masih berada di angka 7,68 persen. Aplikasi ini diperkenalkan dalam seremoni di Balairungsari, Senin (8/12/2025).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan MANTAB dirancang sebagai platform digital yang menghubungkan pencari kerja dengan manajemen perusahaan, sehingga proses rekrutmen dapat berlangsung lebih efisien dan tepat sasaran.

"Sejak awal, perusahaan bisa melihat kandidat dengan kompetensi yang sesuai. Aplikasi ini menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal," ujar Amsakar.

Batam mencatat performa impresif dalam dua triwulan terakhir. Investasi telah mencapai Rp 54,74 triliun atau 91 persen dari target Rp 60 triliun. Pertumbuhan ekonomi juga kuat, naik dari 6,66 persen pada triwulan II menjadi 6,89 persen pada triwulan III. Namun pencapaian tersebut belum sejalan dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

"Pertumbuhan investasi dan ekonomi ternyata tidak otomatis menurunkan TPT. MANTAB ini kita harapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kompleksitas persoalan ketenagakerjaan di Batam," tambah Amsakar.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang membuat kesempatan kerja tidak terserap optimal. Di antaranya, transformasi industri yang kini lebih padat modal, tingginya arus migrasi ke Batam, serta keterbatasan pelatihan tenaga kerja. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pihak.

"Kami, Amsakar dan Li Claudia, tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersinergi. MANTAB adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi konkret," tegasnya.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, turut menyoroti paradoks yang dihadapi Batam: investasi tumbuh pesat, ekonomi bergerak cepat, namun angka pengangguran tetap tinggi.

"Ada paradoks besar. Investasi dan ekonomi tumbuh luar biasa, tapi tenaga kerja belum sepenuhnya menjawab tantangan yang ada. Karena itu, kehadiran MANTAB menjadi sangat relevan," kata Fary.

Ia mencatat, TPT Batam masih berada di angka 7,69 persen, sekitar tiga persen lebih tinggi dari rata-rata nasional di angka 4,82 persen. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya mekanisme yang lebih efektif untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja lokal.

Dengan peluncuran MANTAB, BP Batam berharap proses rekrutmen di kawasan industri semakin terstruktur, transparan, dan menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pencari kerja lokal.

Editor: Yudha