Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Berhasil Penuhi Sertifikasi Bebas Cs-137, Ekspor Udang ke Amerika Serikat Kembali Mengalir
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-12-2025 | 11:28 WIB
udang-ekspor1.jpg Honda-Batam
Pelepasan perdana udang bersertifikat bebas radionuklida melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak ke Amerika Serikat, Rabu (3/12/2025). (KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai Certifying Entity (CE) resmi memastikan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat memenuhi standar bebas Cesium-137 (Cs-137) sesuai ketentuan United States Food and Drug Administration (FDA).

Keberhasilan ini ditandai dengan pelepasan perdana udang bersertifikat bebas radionuklida melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak, Rabu (3/12/2025).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pelepasan ini mencerminkan hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari kontaminasi radioaktif sekaligus menjaga keberlanjutan industri udang nasional. "Hari ini kami melepas ekspor udang bebas Cs-137 ke Amerika Serikat sebagai bukti nyata hadirnya negara serta pulihnya aktivitas ekonomi hulu-hilir industri udang," ujarnya.

Sebanyak 10 kontainer udang diberangkatkan ke berbagai pelabuhan di Amerika, antara lain Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami. Empat kontainer dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok, sementara enam lainnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Trenggono menjelaskan, sejak Import Alert #99-52 diberlakukan Amerika Serikat pada 31 Oktober 2025, KKP langsung menyiapkan proses sertifikasi bebas Cs-137. Hasilnya, sejak tanggal tersebut hingga 3 Desember, KKP telah mensertifikasi dan mengapalkan 313 kontainer udang dengan volume 5,4 ribu ton senilai USD 58,68 juta atau sekitar Rp 974,04 miliar.

Ia menambahkan, ekspor berikutnya akan dilepas pada 4, 5, dan 6 Desember 2025 sebanyak 79 kontainer berisi 1,6 ribu ton udang bernilai USD 14,58 juta. Hingga 31 Desember, total ekspor diperkirakan mencapai 292 kontainer dengan volume 5,07 ribu ton senilai USD 54,74 juta atau Rp 908,71 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan buah sinergi lintas sektor dalam menangani isu kontaminasi cesium. "Ini pesan kuat bahwa Indonesia mampu memenuhi standar global dan memperkuat sistem jaminan mutu dari hulu hingga hilir. Ada masalah, kita tangani cepat," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I). Ketua AP5I, Saut Hutagalung, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pasar dalam negeri maupun global, khususnya bagi USFDA.

"Dengan pelepasan ekspor hari ini, aktivitas ekonomi hulu-hilir industri udang perlahan kembali normal," katanya.

Saut menegaskan bahwa AP5I bersama para pelaku usaha berkomitmen mengikuti seluruh ketentuan pemerintah demi kemajuan industri perikanan Indonesia.

Editor: Gokli