Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menteri Hanif Sebut Banjir Sumatera Jadi Momentum Evaluasi Tata Lingkungan Nasional
Oleh : Redaksi
Minggu | 30-11-2025 | 15:32 WIB
menlh1_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Lonjakan curah hujan akibat siklon tropis memicu banjir bandang di tiga provinsi Sumatera. Pemerintah menurunkan tim investigasi dan menyiapkan langkah korektif penataan lingkungan.

Pemerintah menurunkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab banjir bandang yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan kajian dilakukan untuk memastikan faktor pemicu dan menentukan tindak lanjut penanganan.

"Kami mengurai detail penyebab dan menyiapkan langkah korektif," ujar Hanif di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (30/11/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya melaporkan hadirnya siklon tropis yang meningkatkan intensitas hujan jauh di atas pola normal di kawasan Sumatera.

Anomali cuaca tersebut dianggap tidak lazim karena selama ini wilayah terdampak jarang menerima efek langsung siklon.

Hanif menyatakan perubahan cuaca ekstrem menjadi sinyal kerusakan lingkungan semakin mempengaruhi pola iklim. Ia menilai ketangguhan ekosistem harus diperkuat melalui pembenahan tata ruang dan konservasi vegetasi.

"Iklim tak lagi dapat diprediksi. Ketahanan lingkungan harus diperkuat," katanya.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan penghentian praktik perusakan lingkungan, terutama degradasi hutan, yang memperburuk risiko bencana hidrometeorologi.

Pemerintah diminta memperketat pengawasan pemanfaatan ruang dan penegakan hukum untuk mencegah ekspansi aktivitas yang melanggar zonasi.

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November merusak permukiman dan infrastruktur.Ribuan warga masih mengungsi dan akses jalan ke sejumlah wilayah pegunungan terputius.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut korban meninggal telah mencapai 303 orang hingga Sabtu (29/11/2025) siang.

Pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat. Kebijakan berlaku 28 November-11 Desember 2025 di Aceh, 27 November-10 Desember 2025 di Sumatera Utara, dan 25 November-8 Desember 2025 di Sumatera Barat.

Tim gabungan pusat dan daerah mempercepat evakuasi, pemulihan akses, serta pendataan kerusakan lahan dan hutan.

Editor: Surya