Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jumlah Investor Kepri Tembus 177 Ribu, BEI Genjot Edukasi Pasar Modal Lewat Media dan Sekolah
Oleh : Aldy
Sabtu | 29-11-2025 | 15:48 WIB
Indra-Novita.jpg Honda-Batam
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepri, Indra Novita. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tren pertumbuhan pasar modal di Kepulauan Riau (Kepri) terus menguat. Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepri, Indra Novita, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di kawasan Nagoya, Batam, Sabtu (29/11/2025).

Indra Novita, yang akrab disapa Novi, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi keuangan yang kredibel kepada publik. "Media adalah kepanjangan tangan untuk memasyarakatkan pasar modal, khususnya di Kepri," ujarnya.

Menurut data BEI per September 2025, jumlah investor pasar modal di Kepri telah mencapai 177 ribu. Secara nasional, jumlah investor sudah menembus 19,2 juta dan diperkirakan segera mencapai 20 juta.

Novi menjelaskan bahwa BEI tengah memperkenalkan sejumlah produk baru, termasuk Single Stock Future. Meski demikian, fokus utama edukasi di Kepri tetap diarahkan pada pengenalan produk dasar seperti saham, obligasi negara, obligasi korporasi, sukuk, reksadana, dan ETF.

"Produk baru akan kita sosialisasikan bersama media, tetapi masyarakat harus memahami dulu produk inti pasar modal," jelasnya.

Untuk memperluas literasi keuangan, BEI Kepri aktif bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, SMA sederajat, lembaga pemerintah, dan berbagai asosiasi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendirian Galeri Investasi Kampus dan Galeri Investasi Edukasi yang menyasar pelajar.

"Kami ingin edukasi dimulai sejak dini agar generasi muda terbiasa mengenal instrumen keuangan," kata Novi.

Selain itu, BEI menyediakan Sekolah Pasar Modal secara daring dan luring guna membantu masyarakat memahami manfaat dan risiko investasi. "Yang ingin high risk-high return bisa memilih saham. Jika ingin lebih aman bisa ke reksadana atau obligasi negara. Sesuaikan dengan profil risiko masing-masing," tegasnya.

Novi juga merekomendasikan reksadana sebagai produk yang cocok untuk investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional. "Masyarakat tinggal memilih berdasarkan kinerja reksadana," ujarnya.

Ia mempersilakan masyarakat yang ingin belajar lebih jauh untuk datang langsung ke Kantor BEI Batam di Komplek Mahkota Raya Blok A No. 11, Batam Center.

Sebagai penutup, Novi memperkenalkan IDX Mobile, aplikasi resmi BEI yang menyediakan materi pembelajaran pasar modal serta fitur simulasi trading dengan modal virtual Rp 5 juta. "Aplikasinya gratis dan dapat diakses semua orang. Masyarakat bisa belajar membeli saham tanpa risiko," tutupnya.

Editor: Gokli