Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FGD Program Seragam Gratis, Pemkab Bintan Lakukan Evaluasi untuk Majukan Pendidikan
Oleh : Harjo
Sabtu | 29-11-2025 | 08:08 WIB
2911_fgd-seragam-gratis-bintan-2025.jpg Honda-Batam
FGD bersama DPRD Bintan bertema Evaluasi Kebijakan Pendidikan Studi Kasus Program Bantuan Pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Bintan, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Rabu (26/11/2025). (Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Program seragam gratis yang mencakup pakaian sekolah, tas, sepatu hingga perlengkapan belajar lainnya terus menjadi sorotan di Kabupaten Bintan. Program ini bahkan menarik perhatian sejumlah daerah untuk mempelajari teknis dan pelaksanaannya.

Sekda Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan bahwa beberapa catatan evaluasi telah disiapkan agar program ini semakin efektif. Salah satunya, rencana pengalihan pengelolaan transportasi sekolah gratis ke Dinas Perhubungan pada 2026 mendatang.

"Evaluasi ini penting supaya program terus berjalan maksimal," ujar Ronny saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Bintan bertema Evaluasi Kebijakan Pendidikan Studi Kasus Program Bantuan Pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Bintan, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Rabu (26/11/2025).

Pemkab Bintan berharap evaluasi berbasis kajian ilmiah tersebut mampu menjadi pijakan untuk penyempurnaan kebijakan ke depan. Sejumlah temuan di lapangan menunjukkan bahwa para wali murid dan guru sangat berharap program ini tetap berlanjut.

FGD tersebut juga menghadirkan akademisi UMRAH, di antaranya Dr. Armauliza Septiawan, S.Sos, M.S., Dr. Wayu Eko Yudiatmaja, S.IP, M.PA, dan Dr. Okparizan, S.Sos, M.HI, M.Si, beserta mahasiswa Magister Administrasi Publik FISIP UMRAH, yang turut memberikan masukan.

Anggota DPRD Bintan, Elyza Riani, menegaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk melihat tantangan yang dapat memengaruhi kemajuan pendidikan di Bintan. Ia menyoroti berbagai capaian positif, seperti penurunan angka putus sekolah, meningkatnya jumlah pendaftar baru, hingga penyediaan transportasi gratis berupa bus dan kapal/pompong yang turut menekan risiko kecelakaan siswa.

"Sapras yang sudah baik harus diperkuat dengan evaluasi mendalam agar kita tahu bagian mana yang perlu dibenahi. Tujuannya jelas, pendidikan di Bintan harus semakin maju. Program ini sudah menjawab keresahan orang tua soal biaya pendidikan. Tapi ada juga hal yang harus diperhatikan, seperti kekurangan guru dan beban kerja yang berlebihan di luar tugas pokok," ujar Elyza.

Hasil FGD tersebut akan dirangkum dan dijadikan bahan kajian untuk perbaikan pelaksanaan program di masa mendatang. Catatan yang dihasilkan juga akan dibahas lebih lanjut secara internal.

Tahun 2025, Pemkab Bintan telah menyalurkan 6.851 stel seragam lengkap untuk siswa baru TK, SD, dan SMP. Selain itu, tersedia 43 unit bus sekolah serta 24 unit kapal/pompong sebagai transportasi siswa.

Editor: Gokli