Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PSDKP Batam Tanam 200 Bibit Mangrove dan Gelar Aksi Bersih Pantai
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 21-11-2025 | 14:08 WIB
2111_psdkp-tanam-mangrove-2025.jpg Honda-Batam
PSDKP Batam menanam mangrove dan pembersihan pantai dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-25 Direktorat Jenderal PSDKP, Jumat (21/11/2025), di Shelter Akar Bhumi, Jalan Pancur, Tanjungpiayu, Seibeduk. (Irwan/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam melakukan penanaman mangrove dan pembersihan pantai dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-25 Direktorat Jenderal PSDKP, Jumat (21/11/2025). Kegiatan berlangsung di Shelter Akar Bhumi, Jalan Pancur, Pelabuhan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk.

Aksi konservasi ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polri, serta komunitas pecinta lingkungan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat gerakan pelestarian pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ekosistem laut.

Kepala PSDKP Batam, Samuel, menyebut peringatan Hari Bakti tahun ini digelar serentak di empat wilayah kerja PSDKP dengan berbagai agenda, mulai dari pembersihan laut, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir, hingga pembagian paket sembako.

"PSDKP tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra nelayan dan sahabat lingkungan. Menjaga laut tidak cukup dengan pengawasan, tetapi juga melalui partisipasi nyata merawat ekosistem," kata Samuel.

Ia menambahkan, penanaman mangrove dan aksi bersih sampah laut merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat keberlanjutan sumber daya kelautan. Samuel berharap kegiatan itu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan menjadi kontribusi berarti dari seluruh pihak yang terlibat.

Ketua Akar Bhumi Indonesia, Sony Rianto, mengapresiasi kolaborasi PSDKP Batam dalam kegiatan konservasi. Sekitar 200 bibit mangrove ditanam, namun ia menekankan pentingnya upaya pemeliharaan agar seluruh bibit dapat tumbuh optimal.

"Yang utama adalah perawatan. Menanam saja tidak cukup jika kemudian ditinggalkan," ujar Sony.

Ia menambahkan, kawasan Tanjungpiayu merupakan salah satu wilayah dengan hamparan mangrove terluas di Kota Batam, namun menghadapi tekanan akibat tumpukan sampah yang terbawa dari permukiman. Menurut Sony, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pelaporan terhadap berbagai kasus kerusakan lingkungan di Batam.

"Sekitar 35 kasus telah kami laporkan, dan 98 persen di antaranya berkaitan dengan kerusakan laut. Ini menunjukkan betapa mendesaknya menjaga ekosistem pesisir," katanya.

Editor: Gokli