Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Korlantas Gelar Operasi Zebra 2025 Mulai 17-30 November, Fokus Tertibkan Lalu Lintas Jelang Nataru
Oleh : Redaksi
Sabtu | 15-11-2025 | 12:08 WIB
Aries-Syahbudin.jpg Honda-Batam
Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin. (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Badung - Korlantas Polri menyiapkan Operasi Zebra 2025 secara nasional pada 17-30 November sebagai strategi awal mengamankan arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru. Operasi ini dirancang tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga memperkuat edukasi keselamatan di jalan raya.

Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tugas Bidang Regident & Rakernis Gakkum 2025 di Hotel Aryaduta, Bandung. Ia menuturkan bahwa Operasi Zebra merupakan bagian dari persiapan Operasi Lilin, dengan fokus pada aspek manusia, kendaraan, serta sarana dan prasarana jalan.

"Operasi Zebra bukan hanya penegakan hukum. Kita ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan selamat di jalan raya," ujar Aries.

Aries menjelaskan bahwa Operasi Zebra 2025 diarahkan pada tiga sasaran utama: mempersiapkan Operasi Lilin, mengacu pada analisis Kamseltibcarlantas tiga bulan terakhir, dan merespons fenomena yang berkembang di masyarakat, termasuk maraknya balap liar.

Ia menekankan bahwa operasi ini menitikberatkan aspek edukatif. "Kita tidak lagi melihat angka kejadian semata, tetapi membandingkannya dengan jumlah penduduk dan kendaraan. Jadi tidak selalu Polda besar yang paling tinggi tingkat pelanggarannya," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Aries juga menyinggung hasil Operasi Patuh sebelumnya yang dinilai berhasil. Penindakan terhadap kendaraan overload dan overdimension, menurutnya, berdampak luas hingga menjadi perhatian lintas kementerian.

"Dampaknya besar. Penertiban ODOL sekarang sudah menjadi agenda lintas sektoral yang terus berjalan," katanya.

Berdasarkan analisis Korlantas, terdapat 639.739 pelanggaran lalu lintas dalam tiga bulan terakhir. Mayoritas pelanggar berada pada rentang usia 26-45 tahun dan didominasi pengguna sepeda motor. Meski target ideal penindakan adalah 95 persen melalui ETLE dan 5 persen manual, praktik di lapangan menunjukkan tilang manual masih tinggi.

Untuk itu, Korlantas akan memperluas penggunaan ETLE, termasuk perangkat ETLE handheld di daerah yang belum memiliki kamera statis. "Tilang manual tetap bisa diterapkan, tetapi porsinya harus kembali ke 95 persen ETLE dan 5 persen manual, terutama di wilayah yang belum memiliki ETLE statis," ujar Aries.

Operasi Zebra 2025 juga menekankan pendataan kendaraan pelanggar melalui Sistem Informasi Satuan Operasi (SISLAOPS) Korlantas Polri untuk membangun basis data nasional yang dapat terhubung dengan Samsat.

Dalam pelaksanaannya, Korlantas tetap menggunakan pendekatan humanis melalui teguran simpatik. "Kendaraan yang belum lengkap tidak boleh keluar sebelum dilengkapi. Walaupun teguran, prosedurnya harus tetap jelas. Ini akan kami sosialisasikan agar masyarakat tahu pendekatan kami edukatif, bukan represif," tambah Aries.

Operasi Zebra 2025 diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan menjelang masa libur Nataru.

Editor: Gokli