Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wamen UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat Ekosistem UMKM, Targetkan Ekspor Naik 10 Persen
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 13-11-2025 | 16:28 WIB
fary-wamen.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza serta Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, beserta jajaran, Rabu (12/11/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam. Langkah ini menjadi upaya konkret mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis investasi dan pemberdayaan usaha kecil.

Kesepakatan kerja sama tersebut disampaikan dalam pertemuan di Batam, Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza serta Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis beserta jajaran.

Kolaborasi ini berangkat dari potensi besar sektor UMKM di Batam. Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, terdapat 75.575 unit UMKM aktif di Batam.

Angka tersebut menegaskan posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang strategis di bidang industri, perdagangan, dan logistik internasional. "UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam," ujar Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri UMKM RI.

Tiga Pilar Penguatan UMKM Batam

Helvi menjelaskan, kolaborasi ini akan difokuskan pada tiga pilar utama:

  1. Akses Permodalan Berkelanjutan - melalui skema pembiayaan mikro dan kecil yang difasilitasi oleh BRI, disertai program literasi keuangan bagi pelaku usaha.
  2. Peningkatan Kapasitas Usaha - dengan pelatihan kewirausahaan, digitalisasi bisnis, serta sertifikasi produk bekerja sama dengan BP Batam dan Kementerian UMKM.
  3. Peluang Investasi dan Kemitraan Industri - yang difasilitasi BP Batam dengan membuka ruang kolaborasi antara UMKM dan investor potensial, baik domestik maupun asing.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam memperoleh kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jaringan investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam," ujar Helvi.

BP Batam Siapkan Platform Aset untuk UMKM

Menanggapi hal tersebut, Fary Francis, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, menyatakan komitmennya menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi Batam. "Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM," kata Fary.

Sebagai langkah lanjutan, BP Batam tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam --baik untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi bisnis.

Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif

Fary menambahkan, sinergi antara pemerintah, BP Batam, dan BRI diharapkan mampu mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi, dan berkelanjutan, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

"Kami ingin memastikan Batam tidak hanya menjadi pusat industri besar, tetapi juga rumah bagi UMKM yang tangguh dan berorientasi ekspor," tutupnya.

Inisiatif kolaboratif antara Kementerian UMKM RI, BP Batam, dan BRI menjadi langkah strategis memperkuat fondasi ekonomi Batam. Dengan fokus pada pembiayaan berkelanjutan, pengembangan kapasitas, dan peluang investasi, program ini diharapkan melahirkan UMKM yang kompetitif, inovatif, dan siap bersaing di pasar global.

Editor: Gokli