Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bupati Bintan Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri dari Kompas TV
Oleh : Advertorial
Selasa | 11-11-2025 | 09:08 WIB
AR-BTD-5770-Bupati-Bintan.jpg Honda-Batam
Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima penghargaan untuk kategori Cita Daerah Sehat dan Sejahtera, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, pada malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Bupati Bintan Roby Kurniawan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Atas komitmennya menghadirkan layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Roby menerima penghargaan Anugerah Cita Negeri dari Kompas TV.

Penghargaan untuk kategori Cita Daerah Sehat dan Sejahtera itu diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, pada malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11/2025). Selain Bintan, tiga daerah lain juga menerima penghargaan serupa, yakni Kabupaten Jember, Kabupaten Morowali, dan Kota Tarakan.

"Alhamdulillah, ini pengakuan nasional untuk seluruh jajaran dan masyarakat Bintan. Hasil kerja super team yang luar biasa. Penghargaan ini bukan akhir, tapi penyemangat untuk terus berinovasi melahirkan program dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Roby usai menerima penghargaan.

Bintan Capai UHC 98,68 Persen di 2025


Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat berada di malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Bintan)

Capaian ini tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Bintan dalam menghadirkan akses layanan kesehatan gratis yang berkelanjutan. Melalui program BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah daerah, Bintan berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 96,58 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 98,68 persen di 2025.

Program berobat gratis cukup dengan KTP atau KK Bintan juga menjadi andalan daerah ini. Layanan tersebut berlaku di seluruh Puskesmas se-Bintan serta di lima rumah sakit yang bekerja sama, yakni RSUD Bintan, RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, RSJKO EHD Tanjunguban, RS BP Batam, dan RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang (Kalimantan Barat).

Sepanjang 2024, 51.394 pasien telah memanfaatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas, sementara hingga September 2025 tercatat 31.490 pasien. Di tingkat rumah sakit, tercatat 2.054 pasien pada 2024 dan 883 pasien hingga September 2025.

Inovasi Layanan Antar Pasien dan Rumah Singgah


Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat menerima penghargaan pada malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Bintan)

Salah satu inovasi unggulan yang mendapat perhatian adalah layanan antar pasien pasca rawat inap. Menyadari sekitar 60 persen pasien RSUD Bintan tidak memiliki kendaraan pribadi, Pemkab Bintan menyediakan mobil non-ambulans gratis bagi pasien yang telah selesai dirawat. Layanan ini menjadi yang pertama di Provinsi Kepri dan telah dimanfaatkan lebih dari 500 pasien sejak diluncurkan.

Selain itu, Pemkab Bintan juga menggagas Rumah Singgah Rujukan Luar Daerah di Jakarta dan Singkawang, Kalimantan Barat, khususnya bagi warga dari wilayah pulau seperti Tambelan. Fasilitas ini menyediakan tempat tinggal, petugas, sopir, ambulans, dan makanan gratis bagi pasien dan pendampingnya. Setiap tahun, ratusan warga Bintan merasakan manfaat besar dari program ini.

Perhatian untuk Pekerja Rentan dan Sosial Keagamaan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat berfoto usai menerima penghargaan pada malam puncak Apresiasi Anugerah Cita Negeri di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Bintan)

Tidak hanya di bidang kesehatan, Roby juga menaruh perhatian besar pada jaminan sosial bagi masyarakat. Tahun ini, Pemkab Bintan memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi 2.769 pekerja rentan (petani, buruh, PKL, tukang ojek, dan lainnya), 2.304 pekerja sosial keagamaan (guru ngaji, imam masjid, mubaligh, penjaga makam), serta 1.375 nelayan.

"Semua program berangkat dari kebutuhan di lapangan. Fokus kami adalah pelayanan kesehatan dan kesejahteraan yang inklusif, humanis, dan gratis bagi seluruh warga. Tujuannya satu, Bintan Sehat untuk Semua," pungkas Roby.

Editor: Gokli