Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gus Ipul Ungkap Soeharto dan Gus Dur Penuhi Syarat Pahlawan Nasional
Oleh : Redaksi
Minggu | 09-11-2025 | 15:09 WIB
0911_SUHARTO-GUSDUR-2025.jpg Honda-Batam
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) dan mantan Presiden Soeharto (Foto: Istimeea)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut sejumlah tokoh nasional memenuhi syarat untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Di antaranya, Presiden ke-2 Indonesia Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam keterangannya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025), Gus Ipul mengatakan banyak nama tokoh diusulkan dari berbagai provinsi untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

"Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat, Kholil Bangkalan juga memenuhi syarat, dan banyak lagi pahlawan yang diusulkan dari berbagai daerah," ujar Gus Ipul.

Proses tersebut juga melibatkan akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memastikan setiap usulan memiliki dasar historis yang kuat.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Fadli menyebut terdapat 40 nama calon baru dan 9 nama tambahan dari tahun sebelumnya yang diajukan untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Setelah melalui seleksi dan kajian mendalam, 24 nama ditetapkan sebagai usulan prioritas oleh Dewan GTK.

Pemberian gelar pahlawan nasional dijadwalkan diumumkan menjelang peringatan Hari Pahlawan, sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar bagi bangsa dan negara

Mensos meminta masyarakat untuk menunggu hasil akhir penetapan penerima gelar. Menurutnya, siapa pun yang terpilih sudah melalui proses seleksi ketat dan telah memenuhi kriteria kepahlawanan.

Menanggapi masih adanya penolakan terhadap nama Soeharto sebagai calon penerima gelar, Gus Ipul menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika dalam pengusulan gelar pahlawan nasional.

"Itu bagian dari proses dan dinamika. Mari kita ingat hal-hal baik, sambil mencatat yang kurang agar tidak terulang pada masa depan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon menjelaskan pengusulan gelar pahlawan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

Proses tersebut juga melibatkan akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memastikan setiap usulan memiliki dasar historis yang kuat.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Fadli menyebut terdapat 40 nama calon baru dan 9 nama tambahan dari tahun sebelumnya yang diajukan untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Setelah melalui seleksi dan kajian mendalam, 24 nama ditetapkan sebagai usulan prioritas oleh Dewan GTK.

Pemberian gelar pahlawan nasional dijadwalkan diumumkan menjelang peringatan Hari Pahlawan, sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar bagi bangsa dan negara.

Editor: Surya