Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Tekankan Kepatuhan Regulasi Investasi, Dorong Pengelolaan Lahan yang Tertib dan Produktif
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 06-11-2025 | 16:08 WIB
0611_taat-regulasi-lahan-2025.jpg Honda-Batam
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre, Rabu (5/11/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola investasi yang transparan dan berkeadilan. Penegasan ini disampaikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre, Rabu (5/11/2025).

Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara BP Batam dan pelaku usaha guna memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang tertib, adil, dan sesuai ketentuan hukum.

Dalam kesempatan itu, Li Claudia Chandra menegaskan bahwa setiap investor wajib mematuhi seluruh regulasi yang berlaku dalam pengelolaan lahan dan investasi di Batam. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan merupakan fondasi utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, setiap investor harus patuh terhadap regulasi yang berlaku," tegas Li Claudia.

Ia menjelaskan, langkah penegakan aturan juga merupakan bentuk komitmen BP Batam terhadap transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan lahan. Termasuk di dalamnya penerapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) sebagai bagian dari proses perizinan investasi.

Li Claudia berharap setiap investor yang menanamkan modal di Batam dapat benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang dimiliki. "Kami ingin setiap lahan produktif, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam," ujarnya.

BP Batam menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan pembangunan berkelanjutan, agar Batam tetap menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif, inklusif, dan ramah investasi.

Editor: Gokli