Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Gelar Pelatihan 504 Calon Transmigran Rempang Eco-City, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Baru
Oleh : Redaksi/Alex
Selasa | 04-11-2025 | 12:48 WIB
mandiri-ekonomi.jpg Honda-Batam
Kick Off Pelatihan Calon Transmigran Rempang Eco-City di Batalyon Infanteri 10/Satria Bhumi Yudha, Senin (3/11/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, resmi membuka kegiatan Kick Off Pelatihan Calon Transmigran Rempang Eco-City di Batalyon Infanteri 10/Satria Bhumi Yudha, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan 504 Kepala Keluarga (KK) sebagai transmigran yang tangguh, produktif, dan berdaya saing di wilayah baru.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BP Batam dan pemerintah pusat. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian sosial masyarakat.

"Kebijakan pemerintah ini harus dimaknai secara positif. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujar Amsakar dalam sambutannya.

Ia menegaskan, para calon transmigran diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus bagian dari pembangunan sosial di kawasan Rempang Eco-City.

Amsakar optimistis, melalui pelatihan ini masyarakat Rempang akan mampu memulai kehidupan baru dengan semangat gotong royong dan kemandirian. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sarana dan prasarana lengkap, baik fasilitas umum (fasum) maupun sosial (fasos), guna mendukung keberhasilan program tersebut.

"Era baru transmigrasi ini bertujuan menciptakan masyarakat yang produktif dan sejahtera. Pemerintah ingin warga memiliki taraf hidup yang lebih baik serta menjadi subjek pembangunan di wilayah baru," tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program transmigrasi nasional yang dijalankan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dari total 1.394 Kepala Keluarga yang mengikuti pelatihan secara nasional, sebanyak 504 KK berasal dari Rempang Eco-City. Program ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

"Transmigrasi masa kini bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan membangun kehidupan baru yang mandiri dan produktif," jelas Prima.

Melalui pelatihan ini, BP Batam bersama pemerintah pusat berupaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Rempang Eco-City, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai model pengembangan transmigrasi modern berbasis pemberdayaan dan kesejahteraan berkelanjutan.

Editor: Gokli