Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sekolah Harus Jadi Benteng Utama Cegah Radikalisme
Oleh : Redaksi
Minggu | 02-11-2025 | 14:08 WIB
irfan_bnpt.jpg Honda-Batam
Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris Dalam acara Dialog Kebangsaan bersama Satuan Pendidikan Tingkat SMA/SMK/MA di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter kebangsaan untuk mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

Dalam acara Dialog Kebangsaan bersama Satuan Pendidikan Tingkat SMA/SMK/MA di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2025), Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris menekankan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebhinnekaan dan Pancasila kepada peserta didik.

"Saya mengajak para pelajar untuk mengambil tiga peran penting sebagai generasi muda pada era digital," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Pertama, menjadi generasi yang kritis dan bijak dalam mengakses media. Irfan menegaskan kemampuan digital bukan hanya soal mengoperasikan teknologi, tetapi juga bijaksana dalam menggunakannya. Ia mengingatkan pentingnya prinsip 'saring sebelum sharing' agar pelajar tidak mudah terjebak hoaks dan provokasi.

Kedua, menjadi duta perdamaian dan produsen konten positif. Menurutnya, pelajar harus berani mengisi ruang digital dengan pesan damai, toleransi, dan kebersamaan lintas suku serta agama. "Gunakan kreativitas kalian untuk membuat media sosial penuh dengan pesan moderasi dan perdamaian. Tunjukkan moderasi itu keren," katanya.

Ketiga, menjaga toleransi di dunia nyata. Toleransi, kata Irfan, bukan hanya dibicarakan, tetapi diwujudkan dalam tindakan sederhana, seperti menghargai perbedaan keyakinan atau mencegah perundungan.

Irfan menilai tantangan kebangsaan kini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi digital yang membawa narasi kebencian dan permusuhan. Terkait hal itu, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat moderasi beragama dan semangat persatuan.

"Dari hasil diskusi saya dengan aparat kepolisian di Banyumas dan Cilacap, banyak pelaku kerusuhan berasal dari kalangan pelajar," ujarnya.

Terkait hal itu, Yanuar mendorong BNPT untuk terus menggelar dialog damai di sekolah-sekolah. Menurutnya, generasi muda merupakan kekuatan strategis bangsa yang harus diarahkan dengan nilai kebangsaan dan moderasi.

Acara tersebut diikuti sekitar 130 siswa dan 70 guru dari 38 SMA, SMK, dan MA di Banyumas, dan digelar atas kolaborasi antara BNPT dan Komisi XIII DPR.

Editor: Surya