Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban Rawat 27 Pasien Gangguan Jiwa, Mayoritas Asal Batam
Oleh : Harjo
Sabtu | 01-11-2025 | 14:28 WIB
yanti-girsang.jpg Honda-Batam
Ns Yanti Girsang, Ketua Tim Evakuasi Pasien Jiwa RSJKO EHD Tanjunguban. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, saat ini menangani 27 pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sebagian besar pasien diketahui berasal dari Kota Batam dengan beragam latar belakang persoalan sosial dan ekonomi.

Ketua Tim Evakuasi Pasien Jiwa RSJKO EHD, Ns Yanti Girsang, menjelaskan bahwa dari total 27 pasien tersebut, terdiri atas 10 perempuan dan 17 laki-laki. Sebagian besar pasien dirawat akibat tekanan ekonomi, masalah keluarga, hingga pengalaman hidup yang dianggap gagal berulang kali.

"Masih ada tiga pasien yang saat ini dirawat di Unit Perawatan Intensif Psikiatri (UPIP) karena kondisinya belum stabil," ujar Yanti di RSJKO EHD Tanjunguban, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, setiap pasien baru akan melalui pemeriksaan fisik dan mental sebelum mendapatkan perawatan maksimal selama 18 hari, sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Namun, pasien dapat dipulangkan lebih cepat apabila kondisi mereka dinilai stabil.

Yanti menambahkan, proses evakuasi pasien ODGJ dari berbagai daerah, terutama dari Kota Batam, kerap menghadapi sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama adalah pasien yang berusaha kabur ketika hendak dievakuasi.

Selain itu, keterbatasan sarana transportasi juga menjadi hambatan tersendiri. Rumah sakit sering kali harus menggunakan transportasi laut seperti speedboat untuk menjemput pasien dari luar Bintan.

"Kami harus mencarter speedboat terlebih dahulu. Namun, biaya tersebut tidak dibebankan kepada pasien karena kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial rumah sakit," jelasnya.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, pihak RSJKO EHD tengah berupaya mencari solusi agar proses evakuasi berjalan lebih efisien, termasuk kemungkinan memanfaatkan armada transportasi milik Pemerintah Provinsi Kepri.

Yanti menambahkan, baru-baru ini RSJKO EHD menerima 14 pasien baru dari dua yayasan di Batam. Langkah ini merupakan bagian dari program evakuasi pasien gangguan jiwa yang kembali diaktifkan sejak akhir 2023.

"Dalam tiga bulan terakhir, tim kami rutin ke Batam setiap dua minggu untuk menjemput pasien baru dan mengantarkan pasien yang sudah sembuh. Kami juga melakukan kunjungan rutin ke wilayah Kijang, Bintan Timur," ujarnya.

Editor: Gokli