Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Bahas Lanjutan Proyek Kawasan Industri Berkelanjutan dengan Pemerintah Singapura
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 30-10-2025 | 15:48 WIB
batam-singapura.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan pertemuan strategis dengan Minister of State for Foreign Affairs and Trade & Industry Singapore, Gan Siao Huang di Singapura, Rabu (29/10/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan pertemuan strategis dengan Minister of State for Foreign Affairs and Trade & Industry Singapore, Gan Siao Huang, untuk membahas kelanjutan kerja sama pengembangan kawasan industri berkelanjutan (Sustainable Industrial Zone/SIZ) di Singapura, Rabu (29/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, tersebut menjadi langkah lanjutan dalam merealisasikan proyek kawasan industri hijau yang digagas antara Indonesia dan Singapura.

Amsakar menyebut, pemerintah Singapura menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap percepatan pembangunan kawasan industri berkelanjutan di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). "Pertemuan ini merupakan upaya untuk mempercepat implementasi kebijakan Presiden dalam pengembangan kawasan industri hijau. Singapura sangat antusias dan berkomitmen untuk segera mengkonkretkan ide yang telah disepakati kedua negara," ujar Amsakar usai pertemuan.

Baik Indonesia maupun Singapura sepakat bahwa proyek Sustainable Industrial Zone dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di kawasan regional, sekaligus menciptakan ekosistem pembangunan yang produktif, hijau, dan inklusif.

BP Batam berencana melanjutkan komunikasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta para pemangku kepentingan terkait guna mempercepat realisasi proyek tersebut.

Dalam kunjungan itu, Amsakar dan Li Claudia turut didampingi oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, serta Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo.

Sebagai informasi, pengembangan kawasan industri berkelanjutan merupakan bagian dari strategi nasional Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong investasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Singapura sendiri diketahui memiliki minat tinggi terhadap pengembangan kawasan tersebut.

Sebelumnya, pada Juni 2025, Kementerian ESDM RI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Singapura terkait pembangunan kawasan industri berkelanjutan. Kemudian, pada Oktober 2025 di Osaka, BP Batam juga menyaksikan penandatanganan MoU antara PT Rempang Energi Sentosa, PT Mustika Elok Graha (MEG), Keppel Energy, dan PT Karya Mineral Sentosa dalam pengembangan SIZ di kawasan Batam, Rempang, dan Galang.

Proyek Sustainable Industrial Zone ini telah dimasukkan ke dalam Rencana Strategis BP Batam 2025-2029. Melalui pengembangan kawasan industri hijau tersebut, BP Batam menargetkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam menjadi pusat investasi berdaya saing tinggi untuk mendukung visi "Batam Sebagai Kawasan Ekonomi Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045".

Editor: Gokli