Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSJKO EHD Gelar Forum Konsultasi Publik, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Bintan
Oleh : Harjo
Kamis | 30-10-2025 | 15:08 WIB
FKP-2025.jpg Honda-Batam
Forum Konsultasi Publik RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban bersama unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan pihak media, Kamis (30/10/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban terus berupaya meningkatkan mutu layanan kesehatan. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, perbankan, serta insan media, di aula RSJKO EHD Tanjunguban, Kamis (30/10/2025).

Forum tersebut digelar sebagai wadah evaluasi dan penyampaian masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki pelayanan publik di lingkungan RSJKO EHD. Dalam kegiatan itu, para peserta menyampaikan sejumlah kritik dan saran, mulai dari persoalan antrean obat di apotek hingga kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis penyakit dalam.

Direktur RSJKO EHD Tanjunguban, Asep Guntur Sapari, menyampaikan bahwa setiap masukan dari peserta akan dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan ke depan. "Berbagai kritik dan saran akan kami tindak lanjuti agar pelayanan di RSJKO semakin maksimal," ujar Asep usai kegiatan tersebut.

Asep menjelaskan, salah satu keluhan yang kerap disampaikan masyarakat adalah lamanya waktu antrean pengambilan obat di apotek. Selain itu, rumah sakit juga masih mengalami kekurangan dokter spesialis penyakit dalam.

"Saat ini, setiap hari kami melayani sekitar 60 pasien, namun hanya memiliki satu dokter spesialis penyakit dalam. Permohonan penambahan tenaga dokter sudah kami ajukan ke Pemerintah Provinsi Kepri," jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan antrean obat, RSJKO berencana menerapkan sistem regulasi baru yang memungkinkan pasien atau keluarga mengetahui status antrean secara langsung, baik melalui aplikasi daring maupun sistem informasi lainnya.

"Pasien membutuhkan kepastian. Ke depan, kami juga mempertimbangkan opsi pengantaran obat langsung ke rumah pasien agar tidak perlu menunggu lama di rumah sakit," tambahnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan dan mengembangkan layanan unggulan rumah sakit. Menurutnya, RSJKO telah memiliki berbagai fasilitas dan alat pendukung untuk menangani beragam kasus, mulai dari permasalahan remaja hingga gangguan kejiwaan.

"RS tidak bisa berkembang tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kritik dan evaluasi dari publik sangat dibutuhkan agar kami dapat terus berbenah," tutupnya dengan penuh harap.

Editor: Gokli