Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

MPR Terbuka Terima Masukan dan Gagasan untuk Amandemen UUD 1945
Oleh : Irawan
Jumat | 24-10-2025 | 18:28 WIB
IMG_20251025_052412.jpg Honda-Batam
Ketua MPR Ahmad Muzani dalam kegiatan Media Gathering MPR RI Tahun 2025 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025).

BATAMTODAY.COM, Bandung -Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi kepada wartawan atas dukungan dan peran aktif dalam menyebarkan berbagai kegiatan serta tugas konstitusional MPR RI.

Menurut Muzani, peran media sangat penting dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan peran kawan-kawan pewarta yang telah membantu mensosialisasikan dan memberitakan apa yang menjadi tugas kami di MPR," ujar Ahmad Muzani dalam kegiatan Media Gathering MPR RI Tahun 2025 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025).

Selain Muzani, juga ikut serta Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Anggota MPR RI dari unsur DPR RI Sodiq Mujahid, Anggota MPR RI dari unsur DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Sekjen MPR RI Siti Fauziah serta jajaran Kesetjenan MPR RI.

Dalam kegiatan yamg mengambil tema 'Sinergi MPR dan Media dalam Merawat Kebhibenaan' itu menurut Muzani, tugas MPR dalam menjaga ideologi negara terkadang tidak selalu terasa oleh masyarakat, terutama ketika kehidupan berbangsa berjalan normal tanpa gejolak.

Namun, ketika muncul dinamika nasional yang membutuhkan pemahaman kebangsaan, peran MPR menjadi sangat terasa.

"Tugas menjaga ideologi negara terkadang dianggap sebagai kebutuhan, namun ketika keadaan biasa-biasa saja, tugas itu seolah-olah tidak dianggap penting. Padahal, kesadaran berbangsa dan bernegara harus terus dijaga," jelasnya.

Muzani menegaskan bahwa MPR tidak menutup diri terhadap berbagai masukan, pandangan, maupun kritik, termasuk terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"MPR tidak mengunci rapat-rapat terhadap pikiran amandemen UUD 1945. Menutup rapat ide amandemen berarti menutup peluang munculnya gagasan-gagasan cemerlang tentang masa depan bangsa dan konstitusi kita," kata Muzani.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar proses perubahan konstitusi dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan.

"Mempermudah amandemen UUD 1945 juga bukan hal yang bijak, karena konstitusi adalah dasar negara yang harus berpikir secara matang. Oleh karena itu, MPR membuka diri terhadap semua pandangan, baik yang menginginkan amandemen maupun yang menilai cukup sampai di sini," tegas Muzani.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengungkapkan bahwa kegiatan kali ini menjadi istimewa karena mencatat rekor jumlah peserta terbanyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Bandung ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara media dan Sekretariat Jenderal MPR RI.

Ia berharap kolaborasi yang sudah berjalan baik dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Editor: Surya