Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

54 Tahun BP Batam, dari Pulau Sepi Menjadi Pusat Investasi Dunia
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 23-10-2025 | 12:08 WIB
AR-BTD-4756-BP-Batam.jpg Honda-Batam
Anugerah Investasi BP Batam 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Bakti ke-54 di Ballroom Radisson Hotel, Selasa (22/1/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dalam suasana penuh semangat di Ballroom Radisson Hotel, Selasa (22/1/2025), Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menegaskan komitmennya memperkuat transformasi ekonomi dan investasi nasional melalui ajang Anugerah Investasi BP Batam 2025. Acara ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bakti ke-54 lembaga tersebut.

Dengan mengusung tema "Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi", kegiatan ini menjadi wadah penghargaan tahunan bagi para investor yang berkontribusi besar terhadap kemajuan Batam sebagai kawasan industri dan investasi berkelas dunia.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, membuka acara dengan refleksi perjalanan panjang Batam yang kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis nasional. "Lima puluh empat tahun lalu, Batam hanyalah pulau kosong di tengah Selat Malaka. Tanpa infrastruktur, tanpa industri, tanpa harapan. Tapi kini, Batam telah tumbuh menjadi kota industri modern yang diakui dunia," ujar Fary.

Fary menekankan, transformasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, BP Batam, dan para investor yang terus menanamkan modalnya di tengah berbagai tantangan. "Pencapaian ini milik kita bersama. Para investor yang kami anugerahi malam ini adalah mitra strategis dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia," katanya.

Kinerja ekonomi Batam memperkuat optimisme tersebut. Berdasarkan data BP Batam, pertumbuhan ekonomi Batam kuartal II-2025 mencapai 6,66 persen, melampaui rata-rata Provinsi Kepulauan Riau dan nasional. Realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp 43,26 triliun, tumbuh 13,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, hingga semester pertama 2025, nilai investasi sudah menembus Rp 33,7 triliun atau 56,2 persen dari target tahunan Rp 60 triliun.

Menurut Fary, lonjakan itu tak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah pusat, termasuk penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Regulasi tersebut dianggap sebagai tonggak penting reformasi ekosistem investasi nasional.

"Dua PP ini memberi dasar hukum kuat bagi integrasi pelayanan investasi, percepatan perizinan, dan penguatan otoritas BP Batam dalam mengelola kawasan industri strategis. Ini bukan sekadar regulasi teknis, tapi fondasi pertumbuhan jangka panjang," tegasnya.

Momentum Hari Bakti ke-54 BP Batam menjadi ajang refleksi untuk memperkuat tata kelola, mempercepat digitalisasi layanan, serta memastikan setiap kebijakan investasi berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. "Transformasi investasi bukan hanya soal angka, tapi tentang nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat Batam," kata Fary.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan investor melalui pelayanan yang efisien, transparan, dan berintegritas. "Batam harus menjadi rumah yang ramah bagi investasi, tempat tumbuhnya inovasi, dan sumber pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya menegaskan.

Malam penganugerahan berlangsung meriah dengan penyerahan trofi dan piagam kepada perusahaan berprestasi di berbagai sektor, mulai manufaktur, logistik, teknologi, hingga energi terbarukan. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga menjadi forum sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media dalam memperkuat arah kebijakan investasi ke depan.

"Batam bukan lagi sekadar kawasan industri. Ia adalah lokomotif ekonomi Indonesia di kawasan barat dengan dukungan kebijakan strategis dan jejaring global yang kuat," pungkas Fary penuh optimisme.

Editor: Gokli