Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 30.000 Petugas Dapur SPPG Ikuti Bimtek BGN untuk Cegah Keracunan
Oleh : Redaksi
Minggu | 19-10-2025 | 13:08 WIB
MBG_Bimtek.jpg Honda-Batam
Sebanyak 30.000 petugas dapur SPPG se-Indonesia mengikuti Bimtek BGN. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Demi memastikan kualitas dan keamanan program makan bergizi gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar bimbingan teknis (bimtek) BGN secara serentak di 34 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sebanyak 30.000 petugas dapur atau penjamah pangan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) turut ambil bagian dalam kegiatan besar ini.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan gizi dan menjamin makanan yang disajikan kepada masyarakat, terutama anak-anak penerima manfaat MBG, benar-benar bergizi, higienis, dan aman dikonsumsi.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni menjelaskan, Bimtek BGN ini merupakan implementasi dari Rencana Kerja BGN Tahun 2025.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi para penjamah pangan dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

"Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat," ujar Nurjaeni, Minggu (19/10/2025).

Lebih lanjut, Nurjaeni menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sarana penting untuk menanamkan kesadaran akan higienitas, keamanan, dan keberlanjutan pangan.

BGN menargetkan agar seluruh layanan SPPG bebas dari kasus kontaminasi dan kerusakan pangan dengan prinsip zero case terhadap insiden makanan basi maupun berisiko kesehatan.

Dalam arahannya, Nurjaeni menguraikan sepuluh langkah strategis yang menjadi fokus peningkatan mutu layanan MBG, meliputi:

Penempatan 5.000 chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan tentang pengolahan makanan bergizi dan aman.

Pelaksanaan rapid test food secara berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan.

Penerapan wajib sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) di setiap SPPG.

Pemanfaatan platform LMS Plataran Sehat milik Kementerian Kesehatan untuk pembelajaran daring tenaga pelaksana.

Penggunaan air bersih berstandar kesehatan serta sterilisasi alat makan dengan air panas bersuhu 80 derajat celsius.

Penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal.

Penerapan sertifikasi halal demi menjamin kepatuhan terhadap nilai keagamaan.

Pemasangan CCTV di dapur SPPG untuk meningkatkan transparansi dan pengawasan proses produksi.

Kepatuhan terhadap standard operating procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan profesional dan akuntabel.

Penguatan edukasi dan monitoring berkelanjutan guna menjaga mutu layanan MBG. 

Melalui bimtek serentak ini, BGN berharap terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi tinggi. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh makanan yang layak, sehat, dan bergizi seimbang.

“Dari dapur SPPG inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Nurjaeni.

Editor: Surya