Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua Bank Sampah Bintan Jaya Belajar Produksi BBM Terbarukan dari Sampah Plastik ke Jawa
Oleh : Harjo
Kamis | 16-10-2025 | 16:08 WIB
1610_bank-sam-ah-bintan_2025.jpg Honda-Batam
Ketua Bank Sampah Bintan Jaya (BSBJ), M Yusup, saat berada di salah sata pengelolan Bank Sampah di Jawa Tengah. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Ketua Bank Sampah Bintan Jaya (BSBJ), M Yusup, mengambil langkah proaktif dengan belajar langsung ke sejumlah bank sampah di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah sukses mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) terbarukan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah mengendalikan sampah sekaligus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

M Yusup mengatakan, ia baru kembali dari kunjungan ke beberapa daerah seperti Surabaya, Gresik, Banyumas, dan Banjarnegara pada 5-10 Oktober 2025. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari teknik pengolahan sampah plastik menjadi BBM sekaligus membeli peralatan pendukung untuk pengembangan produksi di Bintan.

"Saya baru pulang dari Pulau Jawa untuk belajar mengolah sampah plastik menjadi BBM. Di sana, banyak bank sampah yang sudah berhasil memproduksi BBM skala besar dari limbah plastik," ujar Yusup kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (16/10/2025) di Tanjunguban.

Yusup menjelaskan, sejak setahun lalu Bank Sampah Bintan Jaya sebenarnya sudah mampu memproduksi BBM terbarukan dalam skala kecil. Namun, kegiatan itu sempat terhenti karena keterbatasan alat seperti mesin pencacah plastik yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan volume produksi.

"Kami pernah mengajukan bantuan ke Pemkab Bintan, tapi hingga kini belum ada tanggapan positif karena alasan keterbatasan anggaran," ungkapnya.

Akibatnya, ia harus menggunakan dana pribadi untuk belajar ke daerah lain sekaligus membeli alat pencacah plastik dan mesin pengolah limbah organik, termasuk alat produksi pelet ikan yang dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Yusup, bahan baku yang digunakan dalam produksi BBM terbarukan di Bintan berasal dari sampah plastik rumah tangga di sekitar Kecamatan Bintan Utara. Meski masih skala kecil, hasilnya membuktikan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar yang bernilai guna tinggi.

"Kami sudah bisa memproduksi BBM terbarukan dari sampah plastik yang dikumpulkan di sekitar Bintan Utara. Namun untuk lebih maksimal, tentu perlu dukungan pemerintah daerah," jelasnya.

Yusup berharap, Pemkab Bintan dapat memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan bank sampah lokal, terutama yang telah mampu menghasilkan energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa ikut mendukung program ini. Selain mengatasi persoalan sampah, kegiatan ini juga bisa menghasilkan BBM terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor: Gokli