Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

Pemerintah Apresiasi Komitmen Investasi Chery Rp 5,2 Triliun hingga 2030
Oleh : Redaksi
Rabu | 15-10-2025 | 10:28 WIB
Chery-Investasi.jpg Honda-Batam
Komitmen Investasi Chery Rp 5,2 Triliun hingga 2030 di Indonesia. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan apresiasi kepada Chery atas kontribusinya dalam mempercepat pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap partisipasi Chery dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang meliputi tiga teknologi utama: Full Hybrid, Plug-in Hybrid, dan Electric Vehicle (EV).

"Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, terutama di segmen kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah akan terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut," ujar Menperin Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Agus mengungkapkan, investasi Chery di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2024 dan akan berlanjut hingga 2030 dengan nilai kumulatif mencapai lebih dari Rp 5,2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi, baik melalui kemitraan dengan industri lokal maupun pembangunan pabrik mandiri.

Pemerintah, lanjut Agus, telah meminta Chery untuk segera menyampaikan rencana bisnis lima tahun ke depan secara lebih rinci, terutama terkait strategi peningkatan kapasitas produksi dan ekspor. "Kami berharap Indonesia dapat menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik Chery untuk pasar ASEAN," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, penjualan kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik terus meningkat. Battery Electric Vehicle (BEV) mencatat pertumbuhan signifikan dari hanya 0,08% pada 2021 menjadi 10,22% dari total penjualan kendaraan roda empat pada periode Januari-Agustus 2025.

Chery kini menempati posisi keempat sebagai merek dengan penjualan BEV terbesar di Indonesia. Pemerintah berharap produsen otomotif asal Tiongkok tersebut terus memperluas lini produk kendaraan ramah lingkungan agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai karakteristik pasar nasional.

Selain pengembangan produk, Kemenperin juga membuka peluang kerja sama dengan Chery untuk memperkuat transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia (SDM), serta pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Agus menambahkan, pemerintah mendorong Chery menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan listrik tidak hanya ke ASEAN, tetapi juga ke Australia. "Merek Chery sudah cukup kuat di pasar Australia, dan platform produknya serupa dengan model yang akan dikembangkan di Indonesia. Ini menjadi peluang besar bagi ekspor otomotif nasional," pungkasnya.

Editor: Gokli