Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Webinar Internasional World Investor Week 2025, OJK Dorong Literasi Keuangan dan Kepercayaan Investor di Pasar Modal
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 09-10-2025 | 16:28 WIB
Webinar-OJK.jpg Honda-Batam
Webinar Internasional World Investor Week 2025. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan dan kepercayaan investor melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menciptakan industri pasar modal yang adil, transparan, dan inklusif. Komitmen ini ditegaskan dalam OJK International Webinar bertema "Empowering Investors: Invest Wisely and Stay Safe from Fraud and Scams" yang digelar secara hybrid, Kamis (9/10/2025).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, edukasi merupakan bagian penting dari pelindungan konsumen. Langkah ini, kata dia, dapat meningkatkan keyakinan masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

"Membangun kepercayaan konsumen di sektor jasa keuangan sangat esensial. Konsumen tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga stabilitas sistem keuangan. Pasar yang kuat tanpa kepercayaan akan runtuh," ujar Friderica.

Ia menambahkan, konsumen yang memiliki literasi keuangan dan terlindungi akan lebih percaya diri dalam menggunakan layanan keuangan. Dengan perlindungan yang baik, masyarakat dapat mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi seluruh pihak juga menjadi kunci menciptakan ekosistem keuangan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian World Investor Week (WIW) 2025 yang diinisiasi oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya investor ritel, mengenai prinsip investasi yang bijak serta strategi pencegahan penipuan dan kejahatan keuangan.

Ketua Komite IOSCO untuk Investor Ritel Kanada, Camille Beaudoin, menyampaikan apresiasi kepada OJK atas penyelenggaraan webinar yang menghadirkan narasumber internasional di bidang literasi keuangan dan perlindungan konsumen.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang investasi dan langkah pencegahan kejahatan keuangan. Kami mengapresiasi komitmen OJK dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap risiko kejahatan keuangan, guna memperkuat keyakinan investor dan pasar keuangan Indonesia," ujar Camille.

Webinar internasional ini menghadirkan berbagai narasumber dari otoritas jasa keuangan dunia dalam dua sesi utama.

Sesi pertama, bertema "Pentingnya Cerdas Berinvestasi: Dari Investor Pemula Menuju Investor Sejahtera", menghadirkan Cecep Setiawan (Kepala Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK), Krishnanand Raghavan (Manajer Umum Utama SEBI - India) dan Jutaro Kaneko (Deputi Komisioner Hubungan Internasional FSA - Jepang). Sedangkan moderator Irwan Abdalloh, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI.

Sesi kedua, bertema "Waspada Penipuan: Lindungi Aset Investasi", menghadirkan Hudiyanto (Analis Spesialis Pengawasan Perilaku PUJK, OJK), Francis Li (Kepala Kampanye & Pemasaran Digital IFEC - Hong Kong) dan Rebecca Chua (Direktur & Kepala Isu Konsumen MAS - Singapura). Moderator Genesha Nara Saputra, Kepala Departemen Keamanan Siber AFTECH Indonesia.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 2.421 peserta, terdiri dari pejabat kementerian/lembaga, perwakilan lembaga jasa keuangan, akademisi, mahasiswa, ekonom, pegawai OJK, serta Duta Literasi Keuangan OJK.

Sebagai otoritas yang menjaga kepentingan konsumen dan stabilitas sektor jasa keuangan, OJK konsisten mendorong literasi dan inklusi keuangan di tingkat nasional maupun internasional. Penyelenggaraan webinar ini menjadi bentuk dukungan terhadap kampanye WIW 2025 untuk memperkuat perlindungan investor global.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap tercipta komitmen global dalam membangun ekosistem investasi yang aman, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar pemangku kepentingan internasional.

Editor: Yudha