Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Benahi Perizinan hingga Infrastruktur, BP Batam Perkuat Iklim Investasi dan Penerimaan PNBP
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 07-10-2025 | 15:48 WIB
AR-BTD-5730-BP-Batam.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat Coffee Morning bersama pimpinan redaksi dan awak media di Batam Center, Selasa (7/9/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya memperkuat iklim investasi dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui pembenahan berbagai sektor strategis, mulai dari perizinan hingga pengelolaan infrastruktur Bandara dan pelabuhan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan media di Kopi Boemi, Batam Center, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; dan Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani; serta sejumlah pimpinan redaksi media lokal dan nasional. Pertemuan ini menjadi ajang bagi BP Batam untuk memaparkan arah kebijakan dan strategi pengembangan Batam ke depan, khususnya dalam memperkuat daya saing investasi.

Dalam paparannya, Amsakar Achmad menekankan pentingnya kerja sama dengan negara tetangga, terutama Singapura, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Ia menyebutkan, hubungan bilateral yang kuat menjadi salah satu kunci peningkatan investasi di wilayah tersebut.

"Pertemuan kami dengan pihak Singapura beberapa waktu lalu membahas kerja sama dalam mendukung peningkatan investasi di Batam. Kami sepakat untuk terus memperbaiki ekosistem investasi agar lebih baik ke depannya," ujar Amsakar.

Amsakar menambahkan, kebijakan sentralisasi perizinan di BP Batam menjadi langkah strategis dalam menciptakan kemudahan berusaha. Sistem baru ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan memberikan kepastian hukum bagi para investor.

"Perizinan yang sudah beralih ke BP Batam akan memperkuat dan mempermudah investor untuk berinvestasi di Batam," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, memastikan proses perizinan di Batam kini berjalan secara transparan dan efisien, dengan sistem digital yang terus diperbarui agar selaras dengan standar pelayanan investasi modern.

"Kami ingin sampaikan bahwa soal perizinan tidak ada masalah. Sistem perizinan sudah transparan dan memudahkan. Batam sedang bersiap menjadi tujuan investasi modern, dan ini butuh dukungan semua pihak," ujar Li Claudia.

Selain memperkuat sektor investasi, BP Batam juga berfokus pada diversifikasi sumber PNBP. Li Claudia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap lahan sebagai sumber utama penerimaan perlu segera diatasi karena cadangan lahan kian menipis.

"Makanya sekarang kita lagi cari sumber PNBP selain lahan. Kalau lahan sekarang sudah mulai habis karena sudah dibagi-bagi sebelumnya. Sekarang hanya tersisa sekitar 100 hektare," ungkapnya.

BP Batam juga tengah mempercepat pembenahan infrastruktur pelabuhan dan bandara. Li Claudia menyebut, penataan pelabuhan hampir selesai, sementara pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim masih dikaji ulang karena sebagian besar sahamnya saat ini dikuasai pihak luar negeri.

"Bandara itu memang punya kita, tapi saham kita sedikit. Meskipun keuntungannya besar, porsi yang kita terima kecil. Ini yang sedang kita upayakan untuk dikembalikan karena aset ini milik BP Batam," jelasnya.

Ia menegaskan, kajian ulang kontrak kerja sama pengelolaan bandara dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati agar tidak menimbulkan konsekuensi hukum maupun diplomatik.

"Kita tidak bisa sembarangan memutuskan kontrak. Harus dipertimbangkan bagaimana pandangan pihak luar terhadap Indonesia. Kalau tiba-tiba kita membatalkan kontrak, tentu ada konsekuensi diplomatik dan hukum. Makanya semua kita kaji dulu dengan matang," tegas Li Claudia.

Langkah strategis BP Batam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional melalui peningkatan PNBP, sekaligus memastikan pengelolaan aset strategis Batam tetap berada dalam kendali nasional.

Editor: Gokli