Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Kaji Ulang Kontrak Bandara Hang Nadim, Fokus Perkuat PNBP dan Kendali Nasional
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 07-10-2025 | 15:08 WIB
AR-BTD-5731-BP-Batam.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat Coffee Morning bersama pimpinan redaksi dan awak media di Batam Center, Selasa (7/9/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya memperkuat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui optimalisasi pengelolaan aset strategis, terutama di sektor Bandara dan pelabuhan.

Salah satu langkah utama yang akan ditempuh yakni mengaji ulang kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim dengan pihak asing.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Coffee Morning bersama pimpinan redaksi dan awak media di Batam Center, Selasa (7/9/2025). Acara tersebut turut dihadiri Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani.

Li Claudia menjelaskan, kajian ulang kontrak dilakukan secara cermat dan menyeluruh karena menyangkut hubungan antarnegara serta kepentingan strategis nasional. Ia menegaskan, BP Batam tidak akan gegabah mengambil keputusan, namun tetap menempatkan peningkatan PNBP sebagai prioritas utama.

"Kita tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi ini menyangkut kerja sama internasional. Tapi PNBP juga sangat penting, jadi semua sektor harus tertata dan dikaji secara komprehensif agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujar Li Claudia.

Menurutnya, sektor Bandara menjadi perhatian khusus lantaran meskipun Hang Nadim merupakan aset BP Batam, porsi saham dalam kerja sama dengan pihak asing dinilai terlalu kecil. "Bandara itu memang punya kita, tapi saham kita sedikit. Meskipun keuntungannya besar, porsi yang kita terima kecil. Ini yang sedang kita upayakan untuk dikembalikan, karena aset ini milik BP Batam," jelasnya.

Selain bandara, BP Batam juga tengah mempercepat pembenahan sektor pelabuhan agar pengelolaannya lebih efisien dan transparan. Li Claudia optimistis proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat. "Kalau untuk pelabuhan, mungkin sebentar lagi akan beres," katanya.

Dalam kesempatan itu, Li Claudia menyoroti pula pentingnya diversifikasi sumber PNBP, mengingat penerimaan selama ini sangat bergantung pada sektor lahan. Ia menyebut, cadangan lahan yang tersedia kini semakin terbatas karena sebagian besar sudah dialokasikan sebelumnya.

"Makanya sekarang kita lagi cari sumber PNBP selain lahan. Kalau lahan sekarang sudah mulai habis, karena sudah dibagi-bagi sebelumnya. Sekarang hanya tersisa sekitar 100 hektare," ungkapnya.

Terkait kerja sama dengan pihak luar negeri, BP Batam memastikan akan melakukan kajian mendalam terhadap seluruh aspek hukum dan peraturan agar langkah yang diambil tidak merugikan citra Indonesia di mata internasional.

"Kita juga tidak boleh semena-mena memutuskan. Orang luar bisa bertanya-tanya, kok Indonesia sudah kontrak tapi tiba-tiba batal? Makanya kita kaji dulu semua aturan dan aspek hukumnya," tegas Li Claudia.

Ia menambahkan, langkah BP Batam ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam memperkuat ekonomi nasional melalui peningkatan PNBP, sekaligus memastikan pengelolaan aset strategis tetap berada di bawah kendali nasional. "Saya bersama Pak Amsakar (Kepala BP Batam) ingin Batam lebih maju dan ingin selalu berbuat yang terbaik," pungkasnya.

Editor: Gokli