Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT Indojaya Agrinusa Batasi Ekspor Ayam Hidup ke Singapura Demi Pasokan Lokal
Oleh : Syajarul Rusydy
Selasa | 07-10-2025 | 09:28 WIB
ekspor-ayam2.jpg Honda-Batam
Pelepasan 28.512 ekor ayam hidup produksi PT Indojaya Agrinusa, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ke Singapura di Pelabuhan Sriayung, Kilometer 6 Tanjungpinang, Senin (6/10/2025). (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - PT Indojaya Agrinusa, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, memilih membatasi ekspor ayam hidup ke Singapura demi menjaga ketersediaan pasokan untuk kebutuhan masyarakat lokal Kepulauan Riau (Kepri).

Keputusan ini diungkapkan oleh Vice President Head and Feed Operations Sumatera, Anwar Tandiono, saat pelepasan 28.512 ekor ayam hidup ke Singapura di Pelabuhan Sriayung, Kilometer 6 Tanjungpinang, Senin (6/10/2025).

Menurut Anwar yang akrab disapa Acai, tingkat kematian ayam dalam proses ekspor ke Singapura tercatat di bawah satu persen, sebuah capaian yang disebutnya luar biasa. Namun demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Permintaan dari Singapura sebenarnya sangat tinggi, bisa mencapai ratusan ekor setiap hari. Tetapi kami yang membatasi agar kegiatan ekspor tidak mengganggu pasokan untuk pasar lokal," ujar Acai.

Ia menambahkan, ekspor ayam hidup ke Singapura akan dilakukan secara rutin setiap pekan apabila kapasitas produksi di semua kandang sudah optimal. "Tetap, kebutuhan lokal menjadi prioritas, sesuai arahan Bapak Gubernur Kepri. Kalau hasil produksi sudah maksimal, baru ekspor akan berjalan secara reguler," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyambut baik langkah PT Indojaya Agrinusa yang berinvestasi besar di sektor peternakan di wilayah Bintan. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut menjadi angin segar bagi upaya pemenuhan kebutuhan pangan di Kepri.

"Selama ini, pasokan ayam dan telur di Kepri masih banyak bergantung dari daerah lain. Dengan adanya PT Indojaya Agrinusa di Bintan, kita berharap kemandirian pangan bisa tercapai. Apalagi mereka tidak hanya produksi untuk lokal, tapi juga sudah bisa ekspor. Namun kami tetap minta agar pasar lokal menjadi prioritas utama, dan mereka sudah berkomitmen untuk itu," tegas Ansar.

Langkah pembatasan ekspor ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kepri, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra baru peternakan unggas di Indonesia bagian barat.

Editor: Gokli