Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Halal Indo 2025 Catat Transaksi Rp 7,7 Miliar dan Komitmen Investasi Rp 7,2 Triliun
Oleh : Redaksi
Rabu | 01-10-2025 | 14:08 WIB
Halal-Indo-2025.jpg Honda-Batam
Pameran Halal Indo 2025 x Industrial Festival resmi ditutup pada Minggu (28/9/2025). (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pameran Halal Indo 2025 x Industrial Festival resmi ditutup pada Minggu (28/9/2025) dengan capaian gemilang. Gelaran tahunan ini mencatat lonjakan partisipasi, transaksi, dan investasi yang signifikan, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem industri halal global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pameran ini menjadi bukti kesiapan industri halal nasional untuk bersaing di kancah internasional.

"Halal Indo 2025 x Industrial Festival merupakan momen penting dalam membuktikan kesiapan industri halal dalam negeri untuk lebih berkembang dan berdaya saing global. Melalui kegiatan ini, kami juga telah membuka peluang kerja sama internasional," ujarnya di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Acara yang digelar pada 25-28 September 2025 tersebut diikuti 346 peserta pameran dari dalam dan luar negeri, meningkat 14,6 persen dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 302 peserta. Jumlah pengunjung pun melonjak hingga 27 ribu orang, naik 230 persen dari 2024 yang tercatat 12 ribu orang.

Sepanjang penyelenggaraan, nilai transaksi berhasil menembus Rp 7,7 miliar, naik lima kali lipat dibanding 2024 yang hanya Rp 1,3 miliar. Sementara itu, potensi komitmen investasi yang tercatat mencapai Rp 7,2 triliun, atau naik 20 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6 triliun. Investasi ini meliputi pembangunan sarana-prasarana industri halal, pengembangan kawasan industri halal, serta promosi global.

Selain capaian ekonomi, pameran ini juga menghasilkan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan kerja sama internasional. Di antaranya, kerja sama Indonesia-Tiongkok melalui MoU Cooperation in Halal Industry Development dengan FDSA Tiongkok, serta kesepakatan Indonesia-Kyrgyzstan melalui Record of Discussion (RoD) on Halal Industry Development dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kyrgyzstan.

"Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang kolaborasi global. Nota Kesepahaman yang dihasilkan menunjukkan kepercayaan internasional terhadap industri halal Indonesia. Kami harap komitmen ini mampu memperkuat kontribusi industri halal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menperin.

Kerja sama juga dilakukan antara Pusat Industri Halal Kemenperin dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk memperluas fasilitasi sertifikasi halal bagi Industri Kecil (IK). Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil mempersiapkan diri menghadapi kewajiban sertifikasi sekaligus memperbesar akses pasar.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S A Cahyanto, menegaskan antusiasme pengunjung mencerminkan optimisme tinggi terhadap industri halal nasional. "Sinergi yang dijalin antara pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan pihak lainnya menjadi poin penting dalam membangun industri halal dalam negeri yang tangguh dan inklusif," katanya.

Dengan berakhirnya pameran ini, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil kesepakatan. Fokus utamanya adalah memperkuat daya saing industri halal nasional dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperluas akses pasar dunia.

Editor: Gokli