Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Dorong Penyelesaian Negosiasi DEFA demi Percepatan Ekonomi Digital ASEAN
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 26-09-2025 | 12:48 WIB
roro-wamendag.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Kuala Lumpur - Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan penyelesaian negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) sesuai target Oktober 2026. Kesepakatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi digital kawasan ASEAN.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan hal tersebut dalam Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) ke-57 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (23/9/2025). Ia hadir sebagai alternate AEM didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono, serta Direktur Perundingan ASEAN, Nugraheni Prasetya Hastuti.

"Indonesia mengapresiasi kemajuan perundingan DEFA. Pertemuan Khusus Dewan ASEAN Economic Community (AEC) DEFA telah mengarahkan Komite Perundingan DEFA untuk menyelesaikan isu-isu penting demi mendorong kelancaran proses negosiasi. Kami juga mengapresiasi Malaysia yang berhasil menuntaskan Capaian Prioritas Ekonomi (Priority Economic Deliverables/PED) ASEAN," ujar Wamendag Roro.

Ia menambahkan, Indonesia mendorong seluruh komite perundingan mengamankan mandat kebijakan dari masing-masing negara dan memperkuat koordinasi agar isu-isu tertunda dapat segera diselesaikan sesuai tenggat waktu.

DEFA sendiri merupakan komitmen ASEAN untuk mempercepat transformasi digital kawasan, sesuai Amanat Bandar Sri Begawan Roadmap (BSBR). Inisiatif ini bertujuan menjadikan ASEAN sebagai Leading Digital Economy sekaligus mendorong tercapainya nilai ekonomi digital kawasan yang diperkirakan mencapai USD 2 triliun pada 2030.

Negosiasi DEFA resmi diluncurkan dalam Pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-23 pada 3 September 2023. Putaran pertama perundingan berlangsung pada Desember 2023 saat Keketuaan Indonesia di ASEAN, dan menjadi salah satu PED penting yang tercantum dalam Leaders' Statement.

"DEFA akan menjadi salah satu jembatan penting bagi berbagai pihak untuk mengembangkan ekonomi digital dengan aman dan terkendali, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan dapat segera tercapai," pungkas Wamendag Roro.

Editor: Gokli