Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok Selatan 2025, 110 Pengusaha Bahas Investasi Pangan, Energi dan Hilirisasi
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-09-2025 | 14:28 WIB
ISCBF-2025.jpg Honda-Batam
Sebanyak 110 pengusaha asal Tiongkok mengikuti ISCBF 2025 yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou di Provinsi Guangdong, Tiongkok, Senin (22/9/2025). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sebanyak 110 pengusaha asal Tiongkok mengikuti Indonesia–Southern China Business Forum (ISCBF) 2025 yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou di Provinsi Guangdong, Tiongkok, Senin (22/9/2025). Forum ini bertujuan memetakan peluang investasi di Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan pangan, energi baru, dan hilirisasi komoditas.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing dan HSBC Indonesia. Sejumlah kementerian dan lembaga juga hadir sebagai pembicara, di antaranya Kementerian Luar Negeri RI, Danantara Indonesia, Kantor BI Beijing, IIPC Beijing, serta HSBC Indonesia.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Guangzhou, Dr Ben Perkasa Drajat, menegaskan pentingnya peran Tiongkok Selatan dalam hubungan dagang dengan Indonesia. "Pada 2024, Tiongkok Selatan menyumbang sepertiga dari total perdagangan kedua negara senilai 47,5 miliar dolar AS, serta lebih dari sepertiga investasi Tiongkok di Indonesia sebesar 8,1 miliar dolar AS. Konektivitas udara juga menjadi yang terkuat dengan 59 penerbangan langsung dari Guangzhou ke berbagai kota besar di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menekankan keunggulan Indonesia sebagai destinasi investasi. "Indonesia adalah tempat yang tepat untuk berbisnis karena ekonomi yang dinamis, reformasi kebijakan, kemudahan berusaha, lokasi strategis, konektivitas yang baik, serta transisi hijau dan digital," ucap Djauhari di hadapan peserta forum.

Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kemenlu RI, Daniel Tumpal Simanjuntak, menambahkan bahwa pembentukan Danantara merupakan mandat Presiden RI untuk mengelola dana kekayaan negara melalui investasi strategis. "Danantara hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing global Indonesia," katanya.

Wakil Presiden Investasi Danantara menjelaskan bahwa visi lembaga tersebut adalah mengoptimalkan aset BUMN demi penciptaan lapangan kerja. Ia menekankan peluang investasi pada sektor mineral, energi terbarukan, infrastruktur digital, hingga pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy).

Dalam forum itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara 'Bersama Halal Madani' dan 'Overseas Prominent Brand' Tiongkok terkait sertifikasi halal. Selain itu, sejumlah potensi kerja sama teridentifikasi di bidang perkebunan, pengolahan biji cokelat, dan energi berbasis limbah.

ISCBF yang rutin digelar sejak 2022 ini menjadi jembatan penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok Selatan. Wilayah tersebut dikenal sebagai pintu masuk produk ekspor unggulan Indonesia, rumah bagi investor besar di sektor teknologi komunikasi, ekosistem kendaraan listrik, manufaktur pintar, hingga kesehatan, serta sumber mayoritas wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

Editor: Gokli