Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia dan Uni Eropa Sepakati IEU-CEPA, Ekspor Diproyeksikan Naik 60 Persen
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-09-2025 | 10:48 WIB
INA-LAC-20252.jpg Honda-Batam
Penandatanganan kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di Bali, Selasa (23/9/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Badung - Indonesia dan Uni Eropa resmi menandatangani kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di Bali, Selasa (23/9/2025).

Kesepakatan yang dirintis hampir satu dekade ini menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan jangka panjang kedua pihak dan diyakini akan mendorong peningkatan ekspor Indonesia hingga 60 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan penandatanganan IEU-CEPA mencerminkan komitmen Indonesia dan Uni Eropa terhadap kerja sama perdagangan yang terbuka, adil, dan berkelanjutan.

"Dari putaran pertama perundingan di Brussels pada 2016 hingga hari ini di Bali, perjalanan sembilan tahun ini membawa kita pada tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen bersama terhadap kemitraan ekonomi yang berkelanjutan melalui IEU-CEPA," ujar Airlangga dalam konferensi pers bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maros Sefcovic.

Kesepakatan IEU-CEPA akan menghapus tarif lebih dari 98 persen jenis produk dan 99 persen dari total nilai impor. Pada tahap implementasi awal, produk Indonesia langsung akan menikmati tarif 0 persen di 90,40 persen pasar Uni Eropa. Hal ini membuka peluang besar bagi komoditas utama ekspor Indonesia, seperti minyak sawit, kopi, tekstil, alas kaki, dan furnitur, serta mendorong diversifikasi ekspor produk teknologi tinggi seperti ponsel pintar dan perangkat telekomunikasi.

Komisioner Uni Eropa, Maros Sefcovic, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam menyelesaikan perundingan panjang tersebut. "Merupakan kehormatan berdiri di sini bersama Menteri Airlangga pada seremoni bersejarah ini. Dedikasi, keterlibatan konstruktif, dan kepemimpinan politik beliau berperan penting membawa kita pada momen ini," ucap Maros.

Selain perdagangan barang, IEU-CEPA juga mencakup jasa, investasi, serta kerja sama perdagangan digital. Fitur ini selaras dengan tren global dan inisiatif Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang diprakarsai Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023.

Dengan implementasi penuh IEU-CEPA, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan nasional hingga USD 2,8 miliar, penciptaan jutaan lapangan kerja baru, dan kontribusi signifikan terhadap pengurangan kemiskinan.

Airlangga menegaskan, kerja sama ini akan membuka era baru hubungan bilateral. "Dengan penandatanganan kesepakatan substantif ini, dimulailah era baru dalam hubungan bilateral kedua pihak. Kolaborasi ini mewakili 723 juta orang dengan nilai lebih dari USD 21 triliun," pungkasnya.

Penandatanganan IEU-CEPA turut disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, 21 duta besar negara anggota Uni Eropa, serta pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Editor: Gokli