Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

INA-LAC 2025 di Brasil, Indonesia Raup Potensi Transaksi USD 581 Juta dengan Amerika Latin dan Karibia
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-09-2025 | 09:28 WIB
INA-LAC-20251.jpg Honda-Batam
INA-LAC Business Mission 2025 yang berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada 22-23 September 2025, mencatatkan potensi transaksi senilai USD 581 juta, mencakup kesepakatan konkret dan peluang investasi lintas sektor. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia memperkuat langkah diplomasi ekonomi di kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2025 yang berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada 22-23 September 2025. Ajang tersebut mencatatkan potensi transaksi senilai USD 581 juta, mencakup kesepakatan konkret dan peluang investasi lintas sektor.

Tahun ini, INA-LAC menghadirkan formasi lebih komprehensif dengan melibatkan regulator, BUMN, dan swasta nasional. Sebanyak 1 institusi pemerintah, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta 14 perusahaan menengah hingga besar dari berbagai sektor seperti energi, otomotif, agroindustri, kosmetik, logistik, hingga jasa keuangan turut serta.

Acara juga dihadiri 120 pelaku usaha dan perwakilan pemerintah dari Brasil serta negara-negara Amerika Latin dan Karibia, termasuk Argentina, Meksiko, Chile, Ekuador, Guyana, Jamaika, Kolombia, Paraguay, Peru, dan Uruguay.

Sepanjang dua hari pelaksanaan, sebanyak 220 pertemuan bisnis berhasil digelar. Selain itu, 15 perusahaan, 2 kamar dagang, dan 1 institusi pemerintah melakukan business pitching di hadapan calon mitra. Meski skalanya lebih kecil dibanding tahun lalu, penyelenggaraan tahun ini dinilai lebih terarah dan berorientasi hasil.

Dalam setahun terakhir, INA-LAC berhasil memfasilitasi transaksi senilai USD 581 juta, terdiri atas USD 297 juta kesepakatan nyata dan USD 284 juta potensi kerja sama, terutama di sektor otomotif, pertambangan, industri strategis, pengelolaan sampah, dan pariwisata.

Sejumlah kesepakatan utama tahun ini antara lain:

  • Pembentukan Indonesia-Brazil Chamber of Commerce and Industry yang diinisiasi Paulo Azevedo bersama KADIN Indonesia.
  • Pengadaan peralatan pertahanan senilai USD 4,3 juta serta potensi pembelian kendaraan lapis baja senilai USD 2,4 juta dari PT Pindad oleh WTech Meksiko.
  • Kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Lassac Aereo Peru dalam layanan MRO pesawat.
  • Pembelian ban mobil EP Tire senilai USD 12 juta oleh Badax Group Brasil.
  • Investasi pengolahan sampah di Bali dan Jakarta senilai USD 100 juta oleh Bhumi Green Energy.
  • Potensi pembelian produk pertambangan senilai USD 50 juta oleh Odora Minerals.
  • Potensi investasi hotel dan vila di Bali senilai USD 5 juta oleh Odora Minerals.

Staf Ahli Bidang Manajemen Kementerian Luar Negeri RI, Acep Somantri, menegaskan keberhasilan INA-LAC 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan. "Kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi mitra strategis di kawasan. Di tengah tantangan ekonomi global, hubungan bisnis yang konkret dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan bersama," ujar Acep.

Penyelenggaraan INA-LAC 2025 didukung penuh oleh KBRI Brasilia-DF, KADIN Indonesia, ITPC Sao Paulo, serta seluruh perwakilan Indonesia di Bogota, Buenos Aires, Caracas, Havana, Lima, Mexico City, Panama City, Paramaribo, Quito, dan Santiago.

Editor: Gokli