Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Uni Eropa Tuntaskan Perundingan IEU-CEPA, Akses Ekspor RI ke 27 Negara Eropa Makin Terbuka
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-09-2025 | 13:48 WIB
IEU-CEPA1.jpg Honda-Batam
Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan bersejarah dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Badung - Setelah hampir satu dekade negosiasi, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan bersejarah dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Perundingan yang dimulai sejak Juli 2016 ini ditempuh melalui 19 putaran resmi dan sejumlah pertemuan antar-sesi sebelum akhirnya dituntaskan pada September 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dijadwalkan menerima kunjungan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maros Sefcovic, pada 22-23 September 2025. Agenda utama kunjungan tersebut adalah penandatanganan substansial kesepakatan IEU-CEPA.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam hubungan dagang Indonesia-Uni Eropa. "Setelah sembilan tahun masa perundingan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, perjanjian IEU-CEPA akhirnya berhasil dicapai. Kesepakatan ini membuka peluang besar untuk kerja sama yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan," ujarnya, Senin (22/9/2025).

Menurut Haryo, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai USD 30,1 miliar pada 2024. Surplus perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa juga meningkat signifikan, dari USD 2,5 miliar pada 2023 menjadi USD 4,5 miliar pada 2024.

Kesepakatan ini akan membuka akses ekspor Indonesia ke 27 negara anggota Uni Eropa dengan penghapusan tarif impor secara besar-besaran. "Sebanyak 80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan menikmati tarif 0%. Komoditas unggulan seperti alas kaki, tekstil, garmen, minyak sawit, perikanan, energi terbarukan, hingga kendaraan listrik akan mendapat perlakuan preferensial," jelas Haryo.

Lebih jauh, ia menekankan nilai strategis IEU-CEPA. "Kesepakatan ini tidak hanya memberi keuntungan nyata bagi pelaku usaha di Indonesia dan Eropa, tetapi juga memperkuat komitmen pada praktik keberlanjutan yang menjadi fokus utama kebijakan Uni Eropa. Indonesia diharapkan kian menegaskan peran aktifnya dalam perdagangan global yang berkelanjutan," katanya.

Rangkaian kegiatan penandatanganan IEU-CEPA mencakup pertemuan bilateral antara Menko Airlangga dan Komisioner Maros, joint announcement, serta joint press statement yang akan disaksikan para duta besar negara anggota Uni Eropa dan perwakilan sektor swasta. Kegiatan akan ditutup dengan forum Indonesia-EU Business Outlook yang menghadirkan pelaku usaha dari KADIN, APINDO, dan EuroCham Indonesia.

Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis antara pembuat kebijakan dan sektor swasta, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Editor: Gokli