Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

26 Unit Pengolahan Ikan Indonesia Kantongi Izin Ekspor ke Taiwan, Total Capai 693 Perusahaan
Oleh : Redaksi
Senin | 22-09-2025 | 08:08 WIB
ikan-ekspor2.jpg Honda-Batam
Ekspor produk perikanan. (Foto: KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mencatat capaian penting dengan bertambahnya 26 unit pengolahan ikan (UPI) Indonesia yang mendapat izin mengekspor produk perikanan ke Taiwan. Keberhasilan ini menegaskan komitmen KKP dalam menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan dari hulu hingga hilir.

Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, mengungkapkan persetujuan ekspor tersebut merupakan hasil negosiasi panjang dengan otoritas kompeten Taiwan. "Ini merupakan buah dari komunikasi intensif kami dengan otoritas Taiwan. Mereka sudah memberikan notifikasi resmi bahwa 26 UPI Indonesia dinyatakan lolos verifikasi standar mutu dan keamanan hasil perikanan. Dengan tambahan ini, total perusahaan perikanan Indonesia yang dapat mengekspor produk ke Taiwan menjadi 693 UPI," kata Ishartini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, perluasan jumlah UPI ini bukan hanya membuka peluang peningkatan volume ekspor, tetapi juga memperkuat diversifikasi komoditas perikanan Indonesia ke kawasan Asia Timur.

"Saat ini ekspor ke Taiwan mencakup 186 jenis produk. Dengan bertambahnya 26 UPI, harapannya semakin banyak jenis dan volume ekspor yang bisa ditingkatkan," jelas Ishartini.

Adapun daftar perusahaan yang lolos izin ekspor mencakup PT Bintan Intan Gemilang, PT Perikanan Indonesia, PT Indo Laut Jaya, PT Samudra Mas Group, PT Blue Ocean Foods Indonesia, hingga CV Anugrah Bahari Kendari. Produk yang akan dikirim ke Taiwan antara lain siput laut hidup, siput babylon hidup, cumi beku, fillet ikan nila beku, ikan tenggiri spanyol beku, hingga ikan hiu beku.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa penambahan UPI ini sejalan dengan kebijakan KKP yang fokus mengawal mutu produk perikanan.

"KKP berkomitmen melaksanakan pengendalian dan pengawasan quality assurance di sepanjang rantai produksi dan rantai pasok. Hal ini penting untuk memastikan produk perikanan Indonesia aman, bergizi, dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," ujar Trenggono dalam kesempatan terpisah.

Keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama produk perikanan di Asia, sekaligus mendorong kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional.

Editor: Gokli