Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Program Kampung Nelayan Merah Putih Dimulai, Sasar 65 Lokasi Pesisir Tahap I-2025
Oleh : Redaksi
Sabtu | 20-09-2025 | 10:48 WIB
knmp-2025.jpg Honda-Batam
KKP resmi meluncurkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menyasar 65 lokasi pesisir pada tahap awal 2025. (KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menyasar 65 lokasi pesisir pada tahap awal 2025.

Program prioritas nasional ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pembangunan sarana-prasarana perikanan dari hulu hingga hilir.

Ketua Tim Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengungkapkan, anggaran tahap pertama sebesar Rp 1,34 triliun telah dialokasikan. Selain itu, KKP tengah mengajukan tambahan dana ke Kementerian Keuangan untuk membangun 35 kampung lainnya agar target 100 lokasi di 2025 tercapai.

"Selain pembangunan fisik, social engineering juga dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia, koperasi, kewirausahaan, termasuk sertifikasi dan perizinan. Dengan begitu, masyarakat pengelola bisa mengelola fasilitas secara berkelanjutan seperti yang sudah berjalan di Biak, Papua," kata Trian dalam konferensi pers di Kantor KKP, Senin (15/9/2025).

Pembangunan fasilitas meliputi dermaga, pabrik es, balai pelatihan, pasar ikan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, hingga tempat pengelolaan sampah. Proses pembangunan di setiap lokasi ditargetkan rampung dalam waktu 3,5 bulan. Program ini juga ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional lewat produk kelautan dan perikanan.

Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Mahrus, menegaskan program ini akan membuka lapangan kerja baru. "Kami juga memberikan bantuan kapal perikanan untuk menambah aktivitas di lokasi KNMP. Selama pembangunan pasti ada pekerjaan konstruksi yang membuka kesempatan kerja," ujarnya.

Dari sisi pengawasan, program ini akan dikawal oleh pengawas internal maupun eksternal, termasuk Kejaksaan dan BPKP. "Kami ambil peran sejak dini untuk mengawasi agar tidak ada masalah di kemudian hari," ucap Inspektur II Itjen KKP, Lutfi.

KKP juga menggandeng PT Pertamina untuk menjamin pasokan BBM bagi nelayan di kawasan KNMP. VP Retail Fuel Sales Pertamina Patra Niaga, Windriawan Kurniawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar.

"Kami juga mengimbau calon mitra pengelola SPBUN agar segera mendaftarkan izin pengelolaan," katanya.

Dukungan juga datang dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Ketua KNTI, Dani Setiawan, menilai program ini harus dilaksanakan dengan semangat kebangsaan. "Membangun kampung nelayan adalah pertempuran penting. Bukan sekadar mengubah kampung tradisional menjadi modern, tapi juga menjiwai pembangunan dengan semangat Merah Putih," ujar Dani.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap KNMP. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan secara bertahap setiap tahun.

Editor: Gokli