Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen Catat Capaian Program Pendidikan Rp 181,72 Triliun, Suharti: Manfaat Nyata bagi Guru dan Siswa
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 19-09-2025 | 09:48 WIB
guru-ngajar.jpg Honda-Batam
Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat capaian signifikan dari enam program prioritas Pendidikan Bermutu untuk Semua sepanjang periode Oktober 2024 hingga September 2025.

Dengan anggaran sebesar Rp 181,72 triliun, pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

"Program prioritas ini bukan hanya angka capaian, tetapi nyata membawa dampak bagi guru, siswa, dan masyarakat. Pembangunan sekolah menggerakkan ekonomi daerah, digitalisasi menutup kesenjangan pembelajaran, tunjangan guru lebih cepat tersalurkan, insentif guru non-ASN hadir, dan beasiswa membuka jalan masa depan anak bangsa," ujar Suharti di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Salah satu program menonjol ialah revitalisasi satuan pendidikan. Dengan anggaran Rp 16,97 triliun, program ini berhasil melampaui target dari 10.440 menjadi 15.523 satuan pendidikan, mencakup PAUD hingga SLB, termasuk pembangunan 52 sekolah baru dan revitalisasi 122 satuan pendidikan nonformal.

Kemendikdasmen juga menggenjot digitalisasi pembelajaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Program ini telah menjangkau lebih dari 285.000 sekolah, memfasilitasi perangkat interaktif yang mendorong motivasi belajar, meningkatkan pemahaman materi, serta memperkuat keterampilan digital siswa.

Selain itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru turut menjadi fokus. Dengan anggaran Rp 13,2 triliun, tunjangan profesi guru non-ASN naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan bagi 785 ribu guru. Subsidi upah Rp 300 ribu juga diberikan kepada 253 ribu guru PAUD nonformal non-ASN. Program sertifikasi PPG memfasilitasi 804 ribu guru, sementara 16.197 guru mengikuti pengembangan karier S1/D4. Guru non-ASN pun mendapat insentif Rp 2,1 juta yang disalurkan sekaligus pada Agustus-September 2025.

Program Indonesia Pintar (PIP) dengan anggaran Rp 13,5 triliun menargetkan 18,5 juta siswa, sedangkan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) senilai Rp 127 miliar menjangkau 4.679 siswa dari daerah 3T, termasuk Papua dan anak keluarga migran. Adapun Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) menyalurkan Rp59,3 triliun bagi 50,4 juta peserta didik di 422.106 sekolah.

Untuk guru ASN, Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik senilai Rp70 triliun disalurkan dalam bentuk tunjangan profesi bagi 1,52 juta guru, dana tambahan penghasilan untuk 332 ribu guru, serta tunjangan khusus bagi 62 ribu guru. Penyaluran langsung ke rekening penerima dinilai lebih cepat, transparan, dan memangkas birokrasi.

Suharti menegaskan seluruh program pendidikan diarahkan pada manfaat konkret. "Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar kembali sebagai manfaat bagi guru, siswa, dan keluarga Indonesia. Pendidikan bermutu bukan hanya visi, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan perubahan yang dirasakan sehari-hari," pungkasnya.

Editor: Gokli