Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Tegaskan Komitmen Industri Hijau dan Digital di Forum BRICS PartNIR 2025
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-09-2025 | 12:48 WIB
BRICS-PartNIR.jpg Honda-Batam
BRICS PartNIR Opening Ceremony di Xiamen, Tiongkok, pada 16 September 2025. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong industrialisasi hijau, inklusif, dan berbasis inovasi saat menghadiri BRICS PartNIR Opening Ceremony di Xiamen, Tiongkok, pada 16 September 2025.

Faisol hadir mewakili Menteri Perindustrian RI dalam rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2025 yang mengusung tema 'Unlocking the Potential of BRICS Cooperation for Inclusive and Sustainable Industrialization'.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Tiongkok dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) atas penyelenggaraan forum ini. "Di tengah transformasi global yang dipengaruhi digitalisasi, transisi hijau, serta pergeseran rantai nilai internasional, kerja sama BRICS PartNIR hadir pada waktu yang tepat sekaligus semakin penting," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Faisol menekankan, keterlibatan Indonesia di forum BRICS memiliki arti strategis karena sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk memperkuat daya saing industri manufaktur. Ia juga menyinggung Deklarasi Rio de Janeiro yang menyerukan penguatan kerja sama Global South.

"Bahwa industrialisasi harus berjalan beriringan dengan inklusivitas, keadilan, dan keberlanjutan, sekaligus memastikan suara negara berkembang ikut menentukan masa depan industri dan rantai pasok global," tegasnya.

Faisol memaparkan bahwa pada triwulan II 2025, industri manufaktur nonmigas tumbuh 5,60 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen. Dengan kontribusi 16,92 persen terhadap PDB, manufaktur tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Ia kemudian menguraikan arah kebijakan industri nasional melalui Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) yang bertumpu pada empat pilar: percepatan hilirisasi SDA, pengembangan industri hijau, digitalisasi manufaktur melalui Making Indonesia 4.0, serta penguatan SDM industri berbasis kompetensi.

"Dengan empat pilar strategi ini, Indonesia berkomitmen membangun manufaktur cerdas. Bagi kami, manufaktur cerdas bukan sekadar efisiensi, melainkan jalan menuju ketahanan, keberlanjutan, dan inklusivitas," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menambahkan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan ekosistem industri digital, riset material maju, serta energi baru dan terbarukan.

"Kolaborasi dengan negara-negara BRICS akan mempercepat riset, inovasi, dan berbagi pengetahuan dalam mendukung transformasi industri global menuju ekonomi hijau dan inklusif," ungkapnya.

Tri juga menekankan pentingnya kerja sama di sektor farmasi dan alat kesehatan. "Selama satu dekade terakhir, industri farmasi Indonesia tumbuh pesat dibanding banyak negara ASEAN. Namun, kami masih menghadapi tantangan ketergantungan impor bahan baku dan keterbatasan produksi obat biologis. Oleh karena itu, kolaborasi dengan BRICS sangat penting untuk memperkuat kapasitas domestik," jelasnya.

Ia menutup dengan menegaskan kesiapan Indonesia berperan aktif di BRICS. "Bersama mitra BRICS, kita memiliki pengetahuan, sumber daya, dan kapasitas untuk membentuk masa depan industri yang lebih hijau, inklusif, dan berbasis inovasi," pungkas Tri.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: