Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

ASEAN Sepakat Perangi Kejahatan Siber dan Penipuan Daring Lewat Deklarasi Malaka
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-09-2025 | 12:28 WIB
deklarasi-malaka.jpg Honda-Batam
The Nineteenth ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (19th AMMTC) yang digelar di Malaka, Malaysia, Selasa (10/9/2025). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Malaka - ASEAN menegaskan keseriusannya dalam menghadapi maraknya kejahatan siber dan penipuan daring dengan mengadopsi ASEAN Declaration on Combatting Cybercrime and Online Scams pada The Nineteenth ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (19th AMMTC) yang digelar di Malaka, Malaysia, Selasa (10/9/2025).

Deklarasi ini menyoroti peningkatan ancaman kejahatan siber yang berkembang menjadi tindak pidana lintas negara, mulai dari pencurian identitas, phishing, penipuan keuangan, money laundering, perdagangan narkoba, perjudian daring, hingga trafficking in persons (TIP). Negara anggota ASEAN menyampaikan keprihatinannya atas kerugian sosial dan finansial yang ditimbulkan, termasuk menurunnya kepercayaan publik.

Melalui deklarasi ini, ASEAN sepakat memperdalam koordinasi penegakan hukum, meningkatkan kesadaran publik, serta melakukan penelitian mengenai modus baru kejahatan daring. Negara anggota juga berkomitmen memperbaiki kebijakan di tingkat nasional maupun regional, memperkuat pertukaran informasi, mengembangkan kapasitas, serta meningkatkan kerja sama melalui ekstradisi, operasi gabungan, hingga penguatan infrastruktur data.

Indonesia menegaskan pentingnya penelitian atas taktik baru yang digunakan pelaku kejahatan siber. "Indonesia mendorong investigasi bersama, peningkatan kerja sama dengan Mitra Wicara ASEAN, serta kolaborasi lintas pilar ASEAN agar penanganan kejahatan siber semakin efektif," tulis Kemlu, dalam laman resminya.

ASEAN juga menekankan peningkatan kapasitas aparat garis depan untuk mendeteksi dan menindak pelaku kejahatan siber, termasuk sindikat penipuan daring. Selain itu, negara anggota sepakat mendorong pembentukan points-of-contact khusus seperti pusat anti-scam, untuk memfasilitasi pelacakan dan pembekuan dana ilegal.

Pertemuan juga membahas tren terbaru kejahatan lintas negara, termasuk meningkatnya kasus online scam yang kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), deepfake, ransomware, dan mata uang kripto.

AMMTC sendiri merupakan forum pengambil keputusan tertinggi ASEAN dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional, termasuk manajemen perbatasan.

Editor: Gokli