Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Ajak Investor Global Percepat Proyek Strategis Nasional di Forum Belt and Road Hong Kong
Oleh : Redaksi
Selasa | 16-09-2025 | 11:08 WIB
Ferry-Irawan1.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, dalam forum Belt and Road Summit 2025 di Hong Kong, Kamis (11/9/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTIDAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperluas jejaring investor guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Melalui forum Belt and Road Summit 2025 di Hong Kong, Indonesia mengundang mitra internasional untuk mempercepat realisasi investasi, khususnya pada proyek infrastruktur yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan PSN memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

"Dampak ekonomi yang cukup besar sangat dirasakan dengan adanya proyek-proyek PSN, salah satunya KCJB Whoosh. Kereta cepat ini telah melayani lebih dari 11 juta penumpang sejak beroperasi pada 2023, menyerap 90 persen tenaga kerja lokal saat konstruksi, serta menjadi simbol alih teknologi dan kerja sama Indonesia-Tiongkok," ujar Ferry pada Kamis (11/9/2025), demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Ferry menjelaskan, saat ini terdapat enam proyek strategis utama di bawah PSN, mencakup empat kawasan industri di Tanah Kuning, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta KCJB. "Total investasi mencapai Rp 649,49 triliun, dengan sebagian besar berasal dari Tiongkok dan melibatkan sejumlah BUMN," katanya.

Menurut Ferry, PSN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan wilayah, alih teknologi dan pengetahuan, hingga peningkatan perdagangan dan investasi.

"Proyek strategis ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong inovasi, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan berkelanjutan. Kami mengundang mitra dari Hong Kong, Tiongkok, dan negara-negara Belt and Road Initiative (BRI) lainnya untuk turut serta berinvestasi di kawasan industri, energi terbarukan, serta infrastruktur digital," pungkas Ferry.

Sebagai catatan, Belt and Road Summit merupakan forum internasional tahunan yang mempertemukan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan pakar industri dari berbagai negara untuk menjajaki peluang kerja sama dalam kerangka BRI. Edisi kesepuluh tahun 2025 diikuti lebih dari 6.000 peserta dari 76 negara, menghadirkan 97 pembicara, serta memfasilitasi lebih dari 800 pertemuan bisnis dengan 290 proyek yang dipresentasikan.

Editor: Gokli