Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

DPR Setujui Anggaran BP Batam 2026 Sebesar Rp 2,44 Triliun, Fokus Infrastruktur dan Investasi
Oleh : Redaksi/Alex
Selasa | 16-09-2025 | 09:48 WIB
RDP-BP-Komisi-VI1.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala Li Claudia Chandra serta jajaran, saat mengikuti RDP dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (15/9/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Komisi VI DPR RI resmi menyetujui pagu anggaran Badan Pengusahaan (BP) Batam tahun 2026 sebesar Rp 2,44 triliun. Persetujuan ini diputuskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengatakan alokasi anggaran tersebut sesuai dengan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Bappenas pada 24 Juli 2025.

"Pagu tersebut diharapkan mampu mendukung arah kebijakan nasional pada Asta Cita sebagai prioritas nasional, serta arah kebijakan pengembangan wilayah di Batam," ujar Andre.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan anggaran Rp 2,44 triliun dan tambahan dana Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 2,88 triliun akan diarahkan untuk mendukung instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto.

Menurutnya, fokus penggunaan anggaran mencakup peningkatan investasi melalui pengembangan kawasan strategis ekonomi yang berkelanjutan, serta memperkuat kinerja organisasi BP Batam. "Dalam arahannya, Bapak Presiden meminta agar pengembangan Batam dimulai dari pembangunan infrastruktur, agar perekonomian dapat berjalan hingga kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana," kata Amsakar.

Ia menambahkan, dana Rupiah Murni akan diprioritaskan untuk pembangunan konektivitas darat, laut, dan udara, serta pengelolaan sumber daya air, aset, lingkungan, dan pengembangan kawasan.

Amsakar menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR terhadap BP Batam. "Dukungan yang diberikan bapak dan ibu Komisi VI DPR RI tentunya menjadi penguat motivasi bagi BP Batam dalam memenuhi komitmen untuk mewujudkan KPBPB Batam menjadi kawasan ekonomi yang inklusif dan modern di masa depan," tutupnya.

Editor: Gokli