Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Program PINTAR Diluncurkan di Kuningan, Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2026
Oleh : Redaksi
Kamis | 11-09-2025 | 09:48 WIB
PINTAR.jpg Honda-Batam
Peluncuran Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) di Jawa Barat. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Kuningan - Pemerintah meluncurkan Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini ditujukan untuk memperkuat inklusi keuangan masyarakat desa sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada 2026.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 mencapai 24,06 juta orang. Meski angka tersebut menurun, tingkat kemiskinan di pedesaan masih lebih tinggi dibandingkan di perkotaan. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan umum dapat ditekan ke kisaran 6,5 hingga 7,5 persen pada 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan Program PINTAR menjadi langkah konkret kolaborasi pemerintah bersama mitra untuk mendorong pemberdayaan ekonomi di desa. "Dengan kolaborasi seluruh undangan yang hadir, termasuk mitra lembaga keuangan dan RISE Institute, diharapkan dalam tiga bulan ke depan sudah terlihat progres nyata dari 187 keluarga penerima manfaat," ujarnya.

Desa Paninggaran dipilih sebagai lokasi perdana program dengan sasaran 187 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada di desil 1-4. Desa ini memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga kopi yang berpeluang menembus pasar ekspor Eropa.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Ismail Riyadi, menegaskan bahwa infrastruktur keuangan digital siap memperluas akses masyarakat desa. "Terdapat lebih dari 1,7 juta agen Laku Pandai di seluruh Indonesia yang siap memperluas layanan keuangan digital. Program ini juga bisa dikolaborasikan dengan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI)," jelasnya.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan, Erdiriyo, menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama berkelanjutan. "Mari kita jadikan momen ini sebagai awal dari kerja sama yang berkelanjutan agar setiap keluarga di desa ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan sejahtera, serta menjadi percontohan bagi desa lain," pungkasnya.

Peluncuran program turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, perwakilan Dinas Sosial, Kepala Desa Paninggaran, serta lembaga keuangan dan masyarakat setempat.

Editor: Gokli