Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

MPASI Penting, Ini Cara Bijak Berikan Susu Pertumbuhan agar Anak Tak Kurang Zat Besi
Oleh : Redaksi
Kamis | 11-09-2025 | 09:28 WIB
1109_dr-Efriant-mpasi_2025.jpg Honda-Batam
Dokter Spesialis Anak RSU Andhika, dr. Efrianty, Sp.A, M.Kes. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi fase penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Salah satu hal yang harus diperhatikan orang tua adalah pemenuhan kebutuhan zat besi. Bila asupan zat besi tidak terpenuhi, anak rentan mengalami anemia hingga stunting.

Salah satu cara untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi anak adalah dengan memberikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi. Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Dokter Spesialis Anak RSU Andhika, dr. Efrianty, Sp.A, M.Kes, menjelaskan pentingnya memilih susu pertumbuhan yang mengandung zat besi dan vitamin C. Kombinasi dua zat ini penting untuk mencegah anemia defisiensi besi.

"Pilih susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi dan vitamin C. Vitamin C bisa membantu penyerapan zat besi agar lebih optimal," ujar dr. Efrianty dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

Namun ia mengingatkan, susu pertumbuhan sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama yang kaya zat besi. Hal ini karena kandungan kalsium dalam susu bisa menghambat penyerapan zat besi.

"Kalau diminum bersamaan dengan makanan, penyerapan zat besinya jadi tidak maksimal. Anak tetap bisa mengalami defisiensi," jelasnya.

Ia menyarankan agar pemberian susu dilakukan minimal dua jam setelah anak makan makanan utama, guna memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap nutrisi dengan lebih efektif.

Sementara itu, Ahli Gizi RSU Andhika, Nur Reeza Rizkyana, S.Gz, menyebutkan bahwa susu pertumbuhan berperan sebagai pelengkap nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari selama fase MPASI.

"Dalam satu gelas susu pertumbuhan, biasanya sudah mengandung vitamin dan mineral penting seperti zat besi, zinc, vitamin A, D, B12, dan asam folat," kata Reeza.

Menurutnya, produk susu pertumbuhan yang beredar di Indonesia telah melalui pengawasan ketat dan proses penelitian yang panjang, sehingga aman dikonsumsi selama sesuai anjuran.

"Penelitiannya bisa sampai belasan tahun sebelum dipasarkan, jadi orang tua tak perlu khawatir jika memberikannya sesuai aturan," pungkasnya.

Editor: Gokli