Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menpar Ajak Investor Korea Selatan Garap Industri Wellness Tourism Indonesia
Oleh : Redaksi
Rabu | 10-09-2025 | 10:48 WIB
ajak-investor.jpg Honda-Batam
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, saat menghadiri Tourism Investment Meeting di Four Seasons Hotel Seoul, Senin (8/9/2025). (Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengajak investor Korea Selatan untuk menanamkan modal di sektor wisata kebugaran (wellness tourism) Indonesia. Industri ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia sekaligus menjanjikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam sambutannya pada Tourism Investment Meeting di Four Seasons Hotel Seoul, Senin (8/9/2025), Widiyanti menekankan kesiapan Indonesia membuka peluang investasi.

"Hari ini kami membuka pintu untuk berbagai peluang investasi, yang didukung oleh komitmen kebijakan, infrastruktur investasi nasional, dan sektor pariwisata yang dirancang untuk tumbuh," ujar Widiyanti.

Menparekraf menegaskan, Korea Selatan tidak hanya menjadi pasar utama pariwisata Indonesia, tetapi juga mitra strategis dengan pengalaman panjang dalam mengembangkan nilai keberlanjutan. Ia menyebut wellness tourism sebagai sektor premium yang tumbuh pesat, tidak lagi sebatas ceruk pasar (niche).

Menurut Global Wellness Institute, nilai ekonomi global industri wellness mencapai 6,32 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,44 persen hingga 2029, mendekati 10 triliun dolar AS. Indonesia sendiri menempati peringkat enam besar ekonomi wellness di Asia Pasifik dan peringkat ketiga dalam pertumbuhan tercepat.

"Lebih dari 23 persen wisatawan yang berkunjung ke Bali menjadikan kebugaran sebagai motivasi utama perjalanan mereka. Selain Bali, destinasi baru seperti Yogyakarta, Solo, dan Sumba mulai bangkit sebagai pusat wisata kebugaran," kata Widiyanti.

Ia juga memperkenalkan peluang investasi lain di sektor pariwisata, termasuk ekowisata, keanekaragaman hayati laut, budaya, serta kesehatan. Salah satu fokus utama adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali, yang dikembangkan sebagai destinasi wisata medis dan kesehatan berkualitas.

"Kami mengundang Anda untuk berjalan, berinvestasi, dan tumbuh bersama kami, menuju masa depan yang sejahtera," tutur Widiyanti menutup sambutannya.

Editor: Gokli