Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Bidang Sains Catat 204 Ribu Pendaftar, Mayoritas Perempuan
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-09-2025 | 15:48 WIB
OMI-2025.jpg Honda-Batam
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 Bidang Sains. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Antusiasme pelajar terhadap Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 Bidang Sains mencatat rekor tinggi. Sebanyak 204.222 siswa dari berbagai daerah mendaftarkan diri pada tingkat kabupaten/kota, terdiri atas 194.610 siswa madrasah dan 9.612 siswa sekolah umum binaan Kemdikdasmen.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengatakan dari jumlah tersebut, 202.117 siswa lolos verifikasi. Rinciannya, 67.852 peserta tingkat MA/SMA, 68.206 tingkat MTs/SMP, dan 66.059 tingkat MI/SD.

"Secara gender, sebanyak 68.467 siswa laki-laki dan 136.171 siswa perempuan. Artinya, mayoritas peserta adalah perempuan, mencapai 67,43 persen," ujar Nyayu di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung pada 9-12 September 2025 dengan sistem Computer Based Test (CBT). Nyayu menuturkan, partisipasi peserta pada sesi pertama dan kedua mencapai 97 persen, berkat kesiapan tim IT kesiswaan dalam menyiapkan perangkat lunak maupun keras.

"Secara umum, pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota berjalan lancar dan baik," tambahnya.

Ia berharap keberhasilan di tingkat awal dapat dijaga hingga ke level provinsi maupun nasional. Untuk itu, diperlukan koordinasi lebih intensif dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

"Koordinasi dengan berbagai pihak harus dipersiapkan lebih matang. Kami menargetkan OMI mendapat kurasi dari Puspresnas," tegas Guru Besar Psikologi Pendidikan ini.

Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah, Solla Taufiq, menambahkan OMI tahun ini dilaksanakan dengan persiapan teknis yang matang, termasuk ujicoba CBT di seluruh titik lokasi guna memastikan kestabilan jaringan dan server.

"Kami menyadari di awal ada kendala karena membludaknya peserta dibanding tahun lalu. Namun mitigasi langsung dilakukan dengan koordinasi bersama seluruh proktor di kabupaten/kota, termasuk penyediaan help desk secara real time," jelas Solla.

Menurut Solla, OMI Bidang Sains merupakan wadah inklusif yang terbuka untuk semua siswa, tidak hanya santri madrasah. "OMI adalah induk dari seluruh lomba siswa madrasah. Tahun ini ada dua bidang yang dilombakan, yakni Sains dan Riset. Khusus Bidang Sains, sifatnya inklusif dan bisa diikuti semua siswa sekolah," pungkasnya.

Editor: Gokli