Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harbolnas 2025, Pemerintah Targetkan Transaksi Rp 35 T untuk Dongkrak UMKM dan Produk Lokal
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-09-2025 | 11:28 WIB
Harbolas-2025.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2025 di Graha Sawala, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat UMKM melalui Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang resmi dimulai, dengan target transaksi mencapai Rp 33-35 triliun.

Fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan pada Triwulan II-2025, didukung indikator utama seperti PMI Manufaktur yang naik ke 51,5 pada Agustus, inflasi terkendali di 2,31 persen, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) stabil di 118,1, serta pertumbuhan likuiditas perekonomian sebesar 6,5 persen (yoy) mencapai Rp 9.597,7 triliun. Sektor konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,25 persen terhadap PDB nasional.

Dalam momentum itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) meluncurkan periode diskon terbesar tahun ini lewat Harbolnas 2025.

"Kegiatan ini penting untuk mendorong UMKM, karena UMKM adalah salah satu penopang kelas menengah di Indonesia. Pipeline-nya melalui e-commerce, sehingga masyarakat bisa semakin memanfaatkan kesempatan ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2025 di Graha Sawala, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Harbolnas tahun ini mengusung tagline “Nyatakan Cinta Nusantara” sebagai wujud dukungan terhadap produk dalam negeri. Pemerintah menargetkan kontribusi produk lokal dalam transaksi mencapai 50–55 persen dari total nilai Rp 33-35 triliun.

Menko Airlangga menambahkan, capaian Harbolnas 2024 menjadi bukti konkret manfaat program ini. Tahun lalu, total transaksi menembus Rp 31,2 triliun atau naik 21,4 persen dibanding 2023. Produk lokal menyumbang Rp 16,1 triliun, meningkat 31 persen, seiring kampanye Bangga Buatan Indonesia yang terintegrasi di berbagai platform e-commerce.

Selain itu, Indonesia juga mencatat pertumbuhan ekonomi digital yang pesat. Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mencapai USD360 miliar pada 2030, menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Potensi ini akan semakin besar jika Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) rampung.

"Dalam ASEAN-DEFA, salah satu low hanging fruit adalah digital payment. Saat ini, QRIS sudah digunakan tidak hanya di ASEAN, tetapi juga di Jepang. Hal ini penting untuk memperkuat perdagangan intra-ASEAN," jelas Airlangga.

Puncak Harbolnas 2025 akan digelar pada 10-16 Desember dengan promo besar-besaran, showcase produk lokal unggulan, serta kampanye kreatif yang mendorong masyarakat untuk memilih dan bangga pada karya anak bangsa.

Acara kick off turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, serta Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto.

Editor: Gokli