Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Gandeng Dunia Usaha, Airlangga: Lapangan Kerja Baru Jadi Fokus Utama
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 05-09-2025 | 13:48 WIB
airlangga3.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam Luncheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di tengah gejolak ekonomi global, Pemerintah menegaskan fokusnya menjaga ketahanan nasional dengan membuka peluang kerja baru. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif sekaligus mampu menyerap tenaga kerja.

"Kami terbuka untuk usulan-usulan terhadap kebijakan yang bisa mendorong penciptaan lapangan kerja dan memberi masyarakat lebih banyak kesempatan," ujar Airlangga dalam Luncheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas kondisi perekonomian terkini sekaligus merumuskan peluang kolaborasi antara Pemerintah dan pelaku usaha. Airlangga juga mengapresiasi optimisme dunia usaha di tengah dinamika politik dan ekonomi, serta menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga pertumbuhan nasional.

Ia merinci sejumlah program konkret, mulai dari revitalisasi industri padat karya, stimulus pariwisata, skema pembiayaan perumahan rakyat melalui FLPP dan KUR, program Makan Bergizi gratis, bantuan subsidi upah, hingga perluasan akses permodalan bagi UMKM dan petani. Untuk menghadapi masuknya lulusan baru ke pasar kerja, Pemerintah mengusulkan program magang industri enam bulan dengan honorarium.

"Program ini bukan sekadar kerja praktik, melainkan kesempatan nyata bagi lulusan untuk memperoleh keterampilan sekaligus bagi perusahaan untuk menemukan talenta baru," jelasnya.

Selain itu, Pemerintah mendorong penguatan sektor pariwisata dengan pembukaan bandara internasional baru. Sementara di bidang digital, pemanfaatan kecerdasan buatan diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja. "Digitalisasi, termasuk AI, akan memperkerjakan banyak tenaga kerja. Untuk data labeling saja dibutuhkan 10 ribu orang," tutur Airlangga.

Pemerintah juga mempercepat Proyek Strategis Nasional, termasuk pembangunan Giant Sea Wall guna melindungi pesisir dari perubahan iklim, yang ditawarkan bekerja sama dengan mitra internasional seperti Tiongkok, Korea, Jepang, hingga negara Eropa.

Di level global, Airlangga menegaskan Indonesia tetap memperkuat posisi tawar. Perjanjian IEU-CEPA dijadwalkan ditandatangani pada 23 September 2025, sementara perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat juga terus berlanjut. Indonesia pun mencatat kemenangan di WTO dalam sengketa biodiesel dan nikel.

"Keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas lapangan kerja hanya bisa terwujud melalui kerja sama erat antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah akan menjamin kepastian hukum, insentif fiskal, dan stabilitas makro demi iklim usaha yang kondusif," tegas Airlangga.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie bersama jajaran, pejabat Kemenko Perekonomian, anggota Kadin, serta pimpinan Asosiasi Luar Biasa Kadin Indonesia.

Editor: Gokli