Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KEK Galang Batang Jadikan Bintan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 03-09-2025 | 17:48 WIB
KEK-Galang-Batang12.jpg Honda-Batam
Pengelola KEK Galang Batang, George Santos bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan tampil dalam program Bincang Kita Kompas TV. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang terus menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau.

Sejak diresmikan beroperasi pada 8 Desember 2018, kawasan industri berbasis hilirisasi bauksit ini tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pengelola KEK Galang Batang, George Santos, menegaskan komitmen tersebut saat tampil bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam program Bincang Kita Kompas TV yang dipandu Egiet Hapsari di Studio Gold Kompas TV, Jakarta, Rabu (27/8/2025) malam.

"Kami berkomitmen penuh untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami hadir bukan hanya berbisnis, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi daerah. Dari sisi ekonomi, KEK Galang Batang menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal serta meningkatkan nilai investasi. Dari sisi sosial, kami juga mendukung program pendidikan, pelatihan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat," terang George Santos.

George Santos mengungkapkan, dalam tiga tahun ke depan nilai investasi di KEK Galang Batang ditargetkan menembus Rp 50 triliun. Aktivitas industri yang semakin berkembang akan menciptakan 20.000 lapangan pekerjaan, dengan prioritas tenaga kerja lokal dari Bintan.

"Kami fokus pada hilirisasi bauksit menjadi alumina dengan pembangunan smelter berkapasitas besar. Selain itu, sedang dibangun politeknik untuk mendukung pendidikan vokasi dan diklat industri bagi lulusan SMA maupun tenaga kerja yang ingin meningkatkan keterampilan," jelasnya.

Tidak hanya itu, KEK Galang Batang juga tengah mengembangkan berbagai proyek strategis, antara lain:
1. Peningkatan kapasitas produksi alumina hingga 4 juta ton.
2. Pembangunan pelabuhan berkapasitas 75.000 ton.
3. Pembangunan pabrik panel surya.
4. Pembangunan PLTU berkapasitas 900 Megawatt untuk menopang kebutuhan energi kawasan.

Selain peran ekonomi, KEK Galang Batang juga aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan siswa sekolah dasar di Bintan, serta pembangunan rumah sakit berkapasitas 100 kamar untuk masyarakat sekitar kawasan.

"Kesuksesan di KEK Galang Batang harus menghadirkan shared prosperity. Artinya, perusahaan berkembang, pemerintah daerah semakin kuat, dan masyarakat semakin sejahtera," tambah George Santos.

Data menunjukkan, lebih dari 60 persen tenaga kerja di KEK Galang Batang merupakan warga lokal Bintan. Kehadiran kawasan ini berkontribusi besar dalam menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bintan, dari 8,21 persen pada 2021 menjadi 4,53 persen pada 2024.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa KEK Galang Batang bukan hanya pusat industri, melainkan juga instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

George Santos menekankan, keberhasilan investasi tidak lepas dari dukungan pemerintah, terutama dalam hal jaminan keamanan kawasan serta kemudahan perizinan.

"Kunci penting dalam berinvestasi adalah adanya jaminan keamanan, kemudahan perizinan, dan regulasi yang jelas. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal dan menjaga kelangsungan investasi jangka panjang," pungkasnya.

Editor: Yudha