Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inflasi Kepri Agustus 2025 Terkendali di 0,18 Persen, Cabai Merah hingga Ayam Ras Jadi Pendorong
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 03-09-2025 | 12:08 WIB
Rony-BI2.jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto. (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kepulauan Riau (Kepri) pada Agustus 2025 sebesar 0,18% (mtm), sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 0,19%. Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat 2,19% (yoy), naik dari Juli 2025 yang sebesar 1,97% (yoy).

BPS Kepri dalam rilis resminya menjelaskan, inflasi terjadi di tiga daerah IHK, yakni Batam 0,08%, Tanjungpinang 0,26%, dan Karimun 1,03%. "Dengan realisasi ini, Kepri menduduki posisi keempat terendah inflasi tahunan di Sumatera setelah Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung."

Pendorong utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi 0,83% (mtm) dengan kontribusi 0,24%. Kenaikan harga cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai hijau, hingga buncis disebut sebagai penyebab utama.

"Keterbatasan pasokan dari daerah sentra di tengah permintaan tinggi serta kendala distribusi membuat harga pangan melonjak," jelas BPS Kepri.

Meski begitu, inflasi tertahan oleh kelompok transportasi yang mengalami deflasi 0,74% (mtm). Penurunan tarif penerbangan akibat promo HUT RI berkontribusi signifikan dalam menahan laju inflasi.

Bank Indonesia Kepri menilai terkendalinya inflasi tidak lepas dari sinergi kuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota. "Kami terus konsisten menjalankan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pasar murah, Gerakan Pangan Murah, hingga penyaluran SPHP menjadi langkah konkret menahan gejolak harga," ujar Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto.

Ke depan, sejumlah faktor diperkirakan memengaruhi inflasi September 2025. Di antaranya pergerakan harga emas perhiasan mengikuti tren global, penyesuaian harga pangan dari daerah sentra, serta regulasi pengiriman barang konsumsi. Sebaliknya, musim panen hortikultura dan percepatan penyaluran beras SPHP diperkirakan menjadi penahan inflasi.

"Sinergi BI dan TPID akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi Kepri tetap dalam sasaran 2,5+/-1%. Stabilitas harga adalah kunci menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: