Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dengarkan Aspirasi Tokoh Lintas Agama, Presiden Prabowo Janji Perjuangkan RUU Perampasan Aset
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-09-2025 | 12:48 WIB
prabowo-tokoh-agama.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, serikat buruh, dan organisasi pemuda ke Istana Negara pada Senin (1/9/2025). (Setkab)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, serikat buruh, dan organisasi pemuda ke Istana Negara pada Senin (1/9/2025). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan terbuka, membahas aspirasi masyarakat sekaligus komitmen menjaga persatuan bangsa.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai pertemuan itu memberi ruang bagi tokoh agama dan ormas untuk menyampaikan langsung suara umat kepada Presiden. Menurutnya, dialog panjang tersebut memperlihatkan keterbukaan Prabowo dalam mendengar dan merespons aspirasi rakyat.

"Aspirasi-aspirasi, harapan-harapan telah disampaikan kepada Presiden dalam pertemuan yang cukup panjang tadi. Presiden juga rupanya sudah mendengar dan memahami sebagian besar dari aspirasi-aspirasi itu. Bahkan beliau menunjukkan sudah ada langkah-langkah yang dilakukan, bukan hanya oleh Presiden tapi juga lembaga negara lain seperti DPR," ujar Yahya usai pertemuan, demikian dikutip laman Setkab.

Ia menambahkan, paparan visi dan komitmen Presiden menumbuhkan optimisme di kalangan tokoh agama. "Beliau menyampaikan gagasan-gagasan secara komprehensif, passion beliau terhadap bangsa dan negara, cita-cita serta komitmen beliau. Itu menggugah harapan hadirin. Kami berharap gestur pemenuhan keinginan rakyat semakin ditunjukkan agar masyarakat lebih tenang," lanjut Yahya.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty, juga mengapresiasi suasana kebersamaan yang tercipta dalam pertemuan tersebut. Ia berharap model dialog hangat itu bisa menular hingga ke daerah-daerah. "Kami sangat mengapresiasi undangan Presiden. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang tidak formal, sangat guyub," kata Jacky.

Dalam diskusi terbuka itu, para tokoh menyampaikan berbagai isu krusial, mulai dari beban pajak, praktik korupsi, perilaku pejabat publik, hingga kenaikan tunjangan DPR. Menurut Jacky, Presiden merespons langsung masukan tersebut, termasuk menjanjikan keseriusan memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bersama DPR.

"Presiden berjanji untuk undang-undang perampasan aset, beliau akan sungguh-sungguh mengerjakan dan memperjuangkan itu bersama Dewan," tegasnya.

Pertemuan yang direncanakan digelar rutin ini disambut baik para tokoh. Mereka menyatakan siap mendampingi umat menghadapi tantangan bangsa, menjaga rasa aman di masyarakat, serta mendoakan agar ikhtiar bersama mendapat perlindungan Tuhan.

Editor: Gokli